PKB Tak Punya Teman Koalisi, Terancam Tidak Ikut Pilkada


kursi pkb kabupaten cirebon belum cukup usung calon sendiri
RAKYATCIREBON.CO.ID – DPC PKB Kabupaten Cirebon menjadi partai yang menyedot perhatian masyarakat Kabupaten Cirebon dalam seminggu terakhir ini.

Setelah heboh soal istilah rekomendasi “dicolong kucing”, kini perhatian tertuju kepada Ketua DPC PKB, H Moh Luthfi, yang terancam tidak ikut pilkada karena partainya tidak kawan untuk berkoalisi.

Meski rekomendasi PKB jatuh kepada H Moh Luthfi-Nurul Qomar, belumlah cukup bagi PKB yang memiliki 8 kursi di DPRD Kabupaten Cirebon untuk mengusung pasangan calon bupati maju di pemilihan.

Untuk itulah, PKB ingin mengajak PPP yang memiliki 1 kursi, dan PBB yang memiliki 1 kursi, agar genap menjadi 10 kursi, untuk memenuhi syarat pencalonan bupati.

Namun, ternyata upaya mengajak dua partai tersebut tidak mudah. Pertama, PPP yang hingga tadi malam belum menentukan sikap itu konon lebih cenderung akan bergabung dengan koalisi Gerindra-PKS, yang mengusung pasangan Kalinga-Santy. Kedua, PBB sudah terlanjur mendukung pasangan Rakhmat-Yayat.

Melihat dari gambaran tersebut, ramailah pembicaraan di media sosial bahwa Luthfi akan menjadi “jomblo”, atau sengaja “dijomblokan”. Hanya keajaiban yang membuat Luthfi bisa ikut pemilihan bupati Cirebon tahun 2018 ini.

Hingga tadi malam, elit DPC PKB Cirebon masih melakukan lobi-lobi ke sejumlah DPP partai yang akan diincarnya untuk diajak berkoalisi. Namun menjelang pendaftaran terakhir pasangan calon bupati pada hari ini, Luthfi kabarnya belum menemukan teman koalisinya.

Saat dikonfirmasi mengenai sikap PKB, Ketua Desk Pilkada PKB, Tolkhah Nawawi menyatakan di sisa waktu jelang akhir pendaftaran pihaknya masih berupaya untuk menggenapkan kursi. “Kami masih berupaya semaksimal mungkin,” tutur Tolkhah singkat, kemarin sore.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Mohamad Luthfi saat dihubungi via pesan singkat, tidak membalas.
Banyak pihak yang menyayangkan jika Luthfi tidak maju dalam pilkada kali ini. Sebab, menurut beberap sumber survei yang bisa dipercaya, peluang Luthfi untuk bisa mengimbangi petahana lebih besar dibandingkan dengan calon-calon lain musuh dari petahana.

Untuk itulah, orang-orang di sekitar Luthfi berpendapat, jika Luthfi sengaja ditinggal, alias dijomblokan. “Dulu istilahnya dizholimi, sekarang dijomblokan,” kata sahabat Luthfi, M Ayip Rifky, sambil tersenyum.

Salah satu kader PKB, Nurrozi menyampaikan kondisi saat ini disebabkan oleh menejerial DPC PKB yang tidak sesuai dengan AD/ART partai. Dia pun menyatakan kekecewaannya dengan menyebutkan Ketua DPC PKB saat ini sudah jauh dari etika PKB.

“Seharusnya, ajang seperti ini adalah tugas fraksi sebagai kepanjangtanganan DPC di dewan. Mereka tentunya ahli dalam meramu dan melobi petinggi partai lainnya. Tetapi, ini tidak dilakukan dan saya coba konfirmasi ke fraksi, mereka mengaku tidak dilibatkan,” tegasnya.

Bukan hanya itu, Nurrozi juga melihat adanya kesombongan yang ditunjukkan oleh Luthfi sebagai ketua partai yang menganggap partai lain akan mengejar dirinya sebagai calon bupati, sampai-sampai PKB membuka rekrutmen calon wakil bupati untuk Luthfi.

“Sebaliknya, seharusnya kita yang mengejar meereka dan jangan punya anggapan kita akan dikejar-kejar oleh mereka. Kalau sudah sepeti ini, apa yang mau disombongkan. Sikap itu hanya akan menimbulkan sakit hati saja dan tentu saya katakana bukan sikap PKB banget,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Nurrozi menyampaikan selama kepengurusan DPC di bawah Luthfi, peran Dewan Syuro dikucilkan. Walaupun, dia menegaskan Dewan Syuro memiliki posisi yang sangat strategis dalam pengambilan keputusan.

“Kesakralan Dewan Syuro ini ditinggalkan begitu saja. Buktinya, setiap rapat maupun kegiatan tidak dilibatkan. Mereka hanya mengadakan rapat dengan kelompoknya saja dan tidak melibatkan pihak manapun. Jelas ini yang membuat internal marah besar,” terangnya.

Meskipun demikian, Nurrozi mengaku masih ada kesempatan hingga 36 jam kedepan untuk menentukan masa depan PKB. Artinya, sekecil apapun kesempatan, harus dimanfaatkan dengan baik guna menjaga nama baik partai.

“Kalau diibaratkan, sekarang ini saya sudah asthma stadium 4. Hanya pertolongan Allah SWT yang bisa menyelamatkan PKB. Kita tetap optimmis Allah akan memberikan jalan terbaik bagi PKB,” tandasnya.

Sunjaya: Andai Dulu Luthfi Mau…

Calon Bupati dari PDIP, Dr H Sunjaya Purwadisastra MM MSi juga sudah mendengar soal PKB yang terancam tidak ikut pilkada Kabupaten Cirebon 2018.

Sunjaya mengungkapkan telah melobi petinggi PKB untuk merapat ke PDIP dan menjadi rekan koalisi. Bahkan, hal itu juga diakui Sunjaya telah dilakukan sejak awal jauh sebelum tahapan pilbup dimulai.

“Kalau sejak awal Luthfi mau berdampingan dengan saya menjadi E2, semuanya sudah selesai. Sekarang, PKB tidak punya rekan koalisi dan saya sudah menghubungi mereka untuk mengajak gabung. Keputusan belum ada tetapi mudah-mudahan semuanya bisa terwujud,” singkatnya.

Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon, H Moh Lutfi, terancam gagal ikut pemilihan bupati Cirebon periode 2018-2023. Alasannya, PKB tidak punya teman koalisi untuk mengusung satu pasangan calon.

Delapan kursi di DPRD yang dimiliki PKB belum cukup untuk memenuhi syarat ikut pemilihan bupati. Minimal harus 10 kursi. (ari/yog) 
loading...

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PKB Tak Punya Teman Koalisi, Terancam Tidak Ikut Pilkada"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus