Penyelidikan Kasus Dugaan Mahar Bakal Mentah?

panwaslu kota cirebon tunggu sikap bawaslu soal dugaan mahar pks

RAKYATCIREBON.CO.ID – Kasus dugaan permintaan mahar oleh PKS terhadap Brigjen Pol (Purn) Siswandi yang tengah ditangani Panwaslu Kota Cirebon bisa jadi buyar. Pasalnya, selain tidak ada bukti kuat permintaan mahar, permintaan konfrontir dari pihak Siswandi-Euis Fety Fatayaty juga berpotensi ditolak.

“Peraturan Bawaslu tidak mengatur upaya proses konfrontir dalam persoalan ini,” ungkap Anggota Panwaslu Kota Cirebon, M Joharudin, saat dikonfirmasi Rakyat Cirebon, kemarin (28/1).

Diakui Johar, pihak Siswandi-Euis melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan konfrontir semua pihak yang diduga terlibat percakapan permintaan mahar. “Memang ada permintaan untuk konfrontir. Tapi belum kami putuskan,” katanya.

Untuk itu, lanjut Johar, pihaknya sudah berkonsultasi dengan Bawaslu Jawa Barat. Saat ini, masih menunggu jawaban dari sana untuk kelanjutan penanganan perkara tersebut. “Kami masih menunggu dari Bawaslu Jabar seperti apa. Karena aturannnya seperti itu (tidak mengatur konfrontir, red),” ujarnya/

Johar menambahkan, pihaknya akan menyampaikan keputusan Panwaslu berkaitan proses penyelidikan dugaan permintaan mahar, jika sudah ada jawaban dari Bawaslu Jabar.

“Kami tunggu agar semuanya beres, sesuai aturan dan arahan dari Bawaslu Jabar,” katanya. Disinggung mengenai alat bukti, ia belum bersedia menyampaikan.

Tapi berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan koran ini di lingkungan Panwaslu, penyelidikan kasus dugaan mahar bakal mentah. Pasalnya, tidak ada bukti kuat dalam persoalan itu.

“Kemungkinan dihentikan. Karena tidak ada bukti kuat yang mengarah secara jelas dan memenuhi unsur permintaan mahar,” kata sumber di internal Panwaslu.

Sebelumnya, tantangan terhadap Panwaslu untuk melakukan konfrontir juga datang dari DPD PAN Kota Cirebon.

Sekretaris DPD PAN, H Sumardi mengaku terkejut, ketika membaca berita di media massa, bahwa Azrul dan Deni berkilah telah berupaya meminta mahar kepada Siswandi.

Sepanjang ingatan Sumardi, ceritanya berbeda. “Saya kaget juga saat baca berita hari ini (Kamis, red) kok bilangnya begini,” ungkapnya, kemarin (25/1).

Untuk itu, Sumardi menantang Panwaslu Kota Cirebon melakukan konfrontir atau mempertemukan semua pihak yang diduga tahu soal permintaan mahar politik itu. Upaya itu perlu dilakukan, guna menyusun kronologi yang persis mengenai dugaan permintaan mahar politik.

“Panwaslu saya minta untuk konfrontir. Hadirkan semua pihak terkait dan dalam persoalan itu. Biar jelas duduk perkaranya. Jangan ini beda, itu beda. Ini harus diperjelas segamblang mungkin,” kata anggota Fraksi PAN DPRD Kota Cirebon itu. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Penyelidikan Kasus Dugaan Mahar Bakal Mentah?"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...