Kapolda: Head to Head Rawan Konflik


kapolda jabar agung kunjungi kota cirebon


RAKYATCIREBON.CO.ID  - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diikuti oleh hanya dua pasangan calon saja (head to head) memiliki tingkat kerawanan konflik yang tinggi.  Kota Cirebon termasuk ke dalam daftar daerah-daerah di Jawa Barat yang menyelenggarakan Pilkada secara head to head.

Tingkat kerawanan pilkada dengan hanya dua calon atau head to head tersebut disampaikan oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat diwawancarai sejumlah wartawan pada kunjungannya ke Kota Cirebon, Senin (29/01) kemarin.

"Bicara kerawanan itu hal yang sangat dinamis, terutama yang head to head, itu salahsatu kerawanan yang cukup tinggi, sehingga penanganannya pun harus ekstra," ungkap Agung kepada Rakcer.
Namun demikian, Agung mengatakan pihak kepolisian sudah mempersiapkan diri untuk mengawal berjalannya pilkada yang aman dan damai.

Salahsatu persiapan yang sudah dilakukan adalah dengan membangun sinergitas bersama TNI membentuk satgas Tri Patra yang berisikan personil TNI, Polri dan Brimob. Tri Patra ini dijelaskan Agung adalah satuan gabungan yang khusus dipersiapkan untuk bisa meredam konflik sosial yang timbul akibat pilkada.

"Kami sudah membentuk satuan Tri Patra, dimana nanti satuan ini akan mengantisipasi manakala terjadi konflik sosial. TNI secara cepat segera merapat, sehingga tidak berkembang dan kembali kondusif," jelas Agung.

Selain itu, satuan lainnya yang sudah mulai dioperasikan adalah satgas Cyber milik Polri, satgas ini akan dikhususkan untuk melakukan patroli dunia maya. Dimana saat ini media sosial banyak digunakan oleh semua kalangan. Sehingga tidak menutup kemungkinan media sosial juga akan dijadikan media untuk berkampanye hingga salin serang.

"Kita juga  membentuk tim satgas Cyber, dimana money politik, black campaign akan terdeteksi oleh patroli Cyber. Jika ditemukan pelanggaran kita lakukan langkah-langkah, mulai dari penyelidikan, dan ketika ada alat bukti kita lakukan penegakan hukum," kata Agung.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Cirebon, Emirzal Hamdani SE Ak mengatakan, selain di Kota Cirebon, tiga daerah lain di Jawa Barat  yang diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Kota Bekasi, Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar.

"Selain di Kota Cirebon, tiga daerah lain di Jawa Barat juga sama, head to head," ungkap Emirzal.
Untuk mengantisipasi kerawanan yang ada, sebagaimana disampaikan Kapolda bahwa potensi kerawanan konflik head to head cukup tinggi, Emirzal menambahkan KPU akan tetap mengikuti standar persiapan sesuai dengan perencanaan.

"Kami KPU, berapapun jumlah calonnya, akan tetap bekerja sesuai dengan aturan dan peraturan yang ada, serta menjunjung tinggi sumpah jabatan, jadi tidak ada antisipasi khusus yang disiapkan, karena dari awal kami siap melaksanakan Pilkada berapapun calonnya," kata Emirzal. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Kapolda: Head to Head Rawan Konflik "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...