Popularitas Partai Nasdem Paling Rendah

MAJALENGKA – Ensitec Survei mengungkapkan popularitas partai Nasdem paling rendah. Sebaliknya, PDIP yang merupakan partai penguasa di Majalengka menempati posisi paling atas.
ensitec survei ungkap persepsi publik majalengka
Partai Nasdem. Image by partainasdem.id
Pemprakarsa Ensitec Survei, Dony Susandi ST mengatakan, sejauh ini persepsi publik terhadap partai politik masih menunjukan bahwa partai penguasa yakni PDIP menempati urutan teratas. 

Pihaknya mengklaim, metodologi yang digunakan menggunakan cara multystage random sampling dengan margin eror 4,5 persen. 

"Survei telah dilakukan sejak Maret 2017. Sementara yang terakhir pada Oktober 2017. Hasilnya, 3 persen masyarakat belum mengetahui adanya pilkada 2018. 

Masyarakat yang mengetahui Pilkada dari Pemda 6 persen. Sementara warga yang mengetahui Pilkada tahun depan dari penyelenggara pemilu yakni KPU hanya 8 persen," ungkap Dony, kemarin.

Dony yang juga dosen Fakultas Tehnik Unma itu mengungkapkan, justru 83 persen warga mengetahui Pilkada 2018 berasal dari media sosial. 

Sementara itu, 94,09 persen masyarakat akan berpartisipasi pada pesta demokrasi pilkada 2018. Tidak ikut sebanyak 1,90 persen, serta masyarakat tidak tahu 2,74 persen dan yang menjawab 1,27 persen. 

Selain itu, kata dia, masyarakat Majalengka masih memandang PDIP menempati popularitas paling atas. Mengingat responnya mencapai 13,01 persen. Disusul partai Gerindra dengan skor 11,34 persen. Dilanjutkan Partai Golkar dengan nilai 9.91 persen. 

"Yang keempat partai Demokrat dengan nilai 9,64 persen. PKS di urutan kelima dengan nilai 9,48 persen. Keenam yakni Perindo dengan nilai 9,36 persen. Sementara urutan ketujuh yakni PKB dengan persentase 9,35 persen. Disusul PAN di urutan kedelapan dengan persentase 9,32 persen. Berlanjut ke PPP yang memperoleh persentase sebanyak 9,30 persen. Terakhir, partai Nasdem hanya mengantongi persentase 9,29 persen," tandasnya. 

‎Sementara itu warga netizen di sosial media ramai mempertanyakan terkait metode tersebut. Alasannya jumlah persentase melebih angka seratus persen. Namun tidak sedikit juga yang me-like

Menanggapi hal tersebut, aktifis mahasiswa di Majalengka Yana mengatakan survei tersebut bisa saja dilakukan oleh lembaga manapun. Akan tetapi yang namanya survei masih tetap menggunakan sampel yang biasanya random dan bisa saja hal itu hanya sebatas prediksi yang menggunakan metode. 

"Hasil survei itu mirip prediksi yang berdasarkan angka dan metode. Orang bisa percaya ataupun tidak, sebetulnya tidak menjadi persoalan. Yang jelas, masyarakatlah yang punya kuncinya. Namun, secara pribadi saya melihat pilkada Majalengka sudah menunjukkan minat yang lumayan tinggi dari berbagai kalangan, termasuk lembaga survey," pungkasnya. (hrd)  

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Popularitas Partai Nasdem Paling Rendah"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...