Mustofa Minta Maaf Jika Ada yang Tersinggung

RAKYATCIREBON.CO.ID - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon meminta maaf kepada simpatisan, kader dan struktur partai karena belum bisa mengumumkan rekomendasi yang dikeluarkan DPP.
dpc pdip kabupaten cirebon belum umumkan rekom
Mustofa. Foto: Ari/Rakyat Cirebon 
"Meskipun isinya sudah tersebar, tapi sesuai tahapan organisasi tetap harus diumumkan. Tahapannya itu melalui Rakercabsus dengan mengundang ketua dan sekretaris PAC sampai ranting," kata Ketua DPC PDIP, H Mustofa SH, Selasa (27/12).

Rakercabsus merupakan langkah awal untuk melaksanakan tugas dan instruksi berupa rekomendasi yang dikeluarkan DPP.

"Permintaan maaf ini saya sampaikan karena ada sebuah kondisi yang membuat struktur partai tersinggung. Ketersinggungan ini entah disengaja atau tidak saya tidak tahu," paparnya.

Terkait ketersinggungan itu, pihaknya sudah melaporkan ke DPD dan meminta waktu untuk mensinergikan. "Untuk mensinergiskan hasil rekom ini kami dibantu wakil ketua DPD Jabar. Jadi kami harap sebelum Rakercabsus semuanya sudah sinergi," ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Mustofa, Rakercabsus akan dilaksanakan pada Minggu pertama di bulan Januari. Selama proses mensinergikan, pria yang akrab disapa Jimus berharap tidak ada pihak-pihak yang mencoba memperkeruh suasana.

"Saya minta jangan ada pihak yang memanfaatkan kondisi ini. Saya juga minta semua pihak bersama-sama struktur DPC ikut mengatasi kondisi ini," sambungnya.

Disinggung mengenai gerakan 31 PAC ke DPP PDIP, Jimus mengaku tidak ada koordinasi dengan DPC.

"Kami tengah menginvestigasi apakah ada yang menggerakan atau memang ini akumulasi sikap rekan-rekan yang tidak diakomodir. Sehingga terjadi gerakan PAC mendatangi DPP," imbuhnya.

Sebelumnya, sebanyak 31 PAC mendatangi kantor DPP PDIP dengan membawa aspirasi dari bawah. Puluhan PAC ini meminta DPP untuk mengevaluasi rekomendasi. (ari)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Mustofa Minta Maaf Jika Ada yang Tersinggung "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...