Kenaikan Bantuan Walikota Nyaris Dijegal Dewan

KEJAKSAN – RAPBD tahun anggaran 2018 masih digodok Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Cirebon. 
walikota cirebon serahkan bawal ke rw
Walikota Cirebon Nasrudin Azis saat serahkan Bawal ke RW. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Tarik ulur pembahasan, terutama pada pos belanja, memicu tertundanya paripurna penetapan APBD 2018 yang rencana semula akan dilangsungkan Kamis pekan lalu.

Salah satu yang jadi perdebatan adalah rencana kenaikan bantuan walikota (bawal) untuk semua RW se-Kota Cirebon. Sudah sejak beberapa bulan lalu, Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH menegaskan akan menaikkan bawal hingga dua kali lipat dari sebelumnya.

Namun, usulan dari eksekutif itu sempat dipersoalkan oleh beberapa anggota banggar DPRD. Mereka menuding pemkot melakukan pemborosan, karena ada pos belanja lain yang juga butuh anggaran memadai. Makanya anggota banggar tersebut mempertanyakan rencana kenaikan dana bawal.

“Memang ada teman kita di banggar yang sempat berusaha menolak kenaikan bawal untuk RW dengan mempertanyakan alasan kenaikannya,” ungkap seorang anggota banggar, kepada wartawan koran ini, akhir pekan kemarin. Ia mewanti-wanti namanya tak dikorankan.

Dirinya juga sebenarnya sempat mempertanyakan soal kenaikan dana bawal tersebut. Namun, ia tak menolak selagi tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan. “Karena selama ini persoalannya di laporan pertanggungjawaban. Kalau tepat sasaran dan laporannya jelas, tidak masalah,” kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Banggar DPRD, M Handarujati Kalamullah SSos menyatakan, pihaknya mendukung untuk dana bawal dinaikkan, sebagaimana itikad walikota. “Kami setuju dana bawal dinaikkan, sepanjang kemampuan keuangan daerah mencukupi,” katanya.

Politisi yang akrab disapa Andru itu menilai, kenaikan dana bawal dimaksudkan untuk lebih meningkatkan partisipasi RW dalam program pembangunan pemerintah di lingkungan RW setempat, baik infrastruktur maupun di bidang peningkatan SDM.

“Itu menunjukkan komitmen kepala daerah untuk meningkatkan partisipasi RW dalam pembangunan. Kenaikan dana bawal itu sangat bermanfaat. Misalnya untuk tambahan operasional Posyandu maupun Poswindu, insektif RT dan menunjang kegiatan kemasyarakatan lainnya,” tutur Andru.

Sementara itu, berdasarkan data yang diterima Rakyat Cirebon, proyeksi anggaran untuk bawal tiap RW se-Kota Cirebon mencapai Rp14.510.000.000, hibah untuk LPM se-Kota Cirebon sejumlah Rp110.000.000, sedangkan hibah untuk sarana peribadatan sebesar Rp1.700.000.000. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Kenaikan Bantuan Walikota Nyaris Dijegal Dewan"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...