Hendak Diputuskan DPP, Edo Dijegal

CIREBON – Jalan terjal dihadapi Bakal Calon Walikota/Wakil Walikota dari Partai Golkar, Effendi Edo SAP MSi untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar. Upaya penjegalan terhadap dia terus menerus dilakukan beberapa elit DPD Partai Golkar Kota Cirebon.
effendi edo terus berupaya rebut rekomendasi dpp golkar
Effendi Edo berbincang dengan Toto Sunanto. dok. Rakyat Cirebon
Selain “dikesampingkan” melalui rapat pleno yang memutuskan mendukung bacawalkot lain di Partai Golkar, Brigjen Siswandi, Edo juga kabarnya dijegal oleh elit DPD Partai Golkar Kota Cirebon di tingkat DPP. Hal itu terjadi ketika rapat pilkada di DPP Partai Golkar pada Senin lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa orang yang ikut rapat tersebut, DPP sebenarnya sudah hendak mengetuk palu untuk memutuskan bahwa rekomendasi untuk Kota Cirebon diberikan kepada Edo. Namun, beberapa elit DPD menolaknya dan meminta penetapan untuk Kota Cirebon ditunda.
“Sebenarnya Pak Edo sudah akan diputuskan direkomendasi. Tapi dari sini (DPD, red) ada yang tidak setuju dan meminta agar rapat untuk memutuskan Kota Cirebon ditunda,” ujar sumber Rakcer di internal Partai Golkar, kemarin.
Ditanya siapa yang menolak? Sumber tersebut enggan membeberkan lebih detail. Yang pasti, kata dia, pihak-pihak yang menolak Edo, adalah yang selama ini menyuarakan hal serupa. “Siapa yang paling kencang menolak Pak Edo? Itulah orangnya,” kata dia.
Sementara terpisah, dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya, Edo mengaku belum tahu mengenai adanya aksi penolakan dari DPD ketika DPP hendak memutuskan dirinya akan direkomendasi. “Saya belum tahu. Rapat itu kewenangan struktural partai dan saya menghormati proses itu,” kata Edo.
Namun demikian, meski selama ini segelintir pihak berupaya menjegal langkahnya, Edo mengaku tetap optimis akan mendapatkan rekomendasi. Rasa optimismenya itu didasari pada ikhtiar politik yang sejauh ini sudah dilakukannya. “Kalau optimis, insya Allah tetap optimis. Tapi kembali lagi, DPP yang memutuskan,” ujarnya.
Di sisi lain, Edo juga ikut angkat bicara soal wacana empat poros dalam Pilwalkot Cirebon 2018 mendatang. Menurutnya, mengenai poros koalisi, masih sangat dinamis. “Dinamika koalisi antar parpol masih sangat dinamis. Beberapa kemungkinan masih sangat mungkin terjadi,” katanya.
Sebelumnya, Ketua DPC PDIP, Edi Suripno SIP MSi juga menyebutkan, meskipun DPP PDIP misalnya mengusung satu paket, Bamunas S Boediman dan dirinya, tapi pihaknya menginginkan untuk tetap berkoalisi dengan parpol lain. “Kita sudah membangun komunikasi dengan beberapa partai untuk arah ke sana,” kata Edi.
Seperti diketahui, berdasarkan dinamika politik kekinian, banyak pihak memprediksi pilwalkot akan diikuti empat kandidat. Hal itu mengacu pada polarisasi parpol dalam membentuk koalisi. Di poros koalisi pertama ada petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH yang berduet dengan Ketua DPD Partai Nasdem, Dra Hj Eti Herawati. Duet pasangan Azis-Eti (Pasti) akan diusung Partai Demokrat, Partai Nasdem, PKB dan PKPI. 

Di poros kedua ada Koalisi Umat yang beranggotakan PKS, PAN dan Partai Gerindra. Di poros ketiga ada Koalisi 432 yang digawangi Partai Golkar, Partai Hanura dan PPP. Kemudian terakhir, PDI Perjuangan sepaket dengan modal 7 kursi di parlemen. Tiga poros terakhir belum dipastikan akan mengusung siapa. Persis hanya Azis-Eti yang sudah pasti akan maju. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Hendak Diputuskan DPP, Edo Dijegal"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...