BI Kewalahan Awasi Toko Online

CIREBON - Isu penurunan daya beli masyarakat di ritel - ritel modern akibat gempuran belanja online nampaknya kian nyata. Hal itu terjadi akibat banyaknya online shop milik pribadi yang belum bisa diinventarisir lembaga kajian ekonomi. Salah satunya Bank Indonesia (BI).
bank indonesia belum inventrarisir online shop pribadi
Rawindra Ardiansah. Foto: Suwandi/Rakyat Cirebon 
Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPw BI Cirebon, Rawindra Ardiansah menjelaskan, sampai sekarang belum ada kajian khusus yang bisa dijadikan patokan untuk mengetahui seberapa besar penurunan daya beli masyarakat pada ritel modern di tengah maraknya online shop.  

Pasalnya, kata dia, online shop cenderung tidak terbendung dan sulit diinventarisir khususnya online shop milik perorangan. 

"Banyak pakar bicara daya beli menurun, pakar yang lain mengatakan tidak, hanya terjadi peralihan saja. Ini masih kontroversial. Kalau menurun 20 persen, apakah online shop naik 20 persen, kalau iya berarti itu kan shifting," ungkap Rawindra kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Ia melanjutkan, kajian tentang isu nasional tentang penurunan daya beli masyarakat masih sangat minim. Hal ini menbuat sebagian pengusaha mulai melirik online shop sebagai second line program pemasaran.

"Sayangnya kita belum bisa mengukur. Kalau Lazada, Bukalapak itu memang bisa diukur, tapi kalau online shop pribadi itu kan susah, apalagi yang pakai Gojek," tutur dia. (wan) 

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "BI Kewalahan Awasi Toko Online"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...