Polres Ciko Bidik Satu Tersangka Perusakan Angkutan Online

KEJAKSAN – Konflik berkepanjangan antara angkutan kota (angkot) dan angkutan berbasis online coba disudahi Polres Cirebon Kota (Ciko). Rencananya, Senin malam ini, Kapolres Ciko, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar SIK MHum MSM akan memfasilitasi kedua pihak untuk berdamai.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid AB. dok. Rakyat Cirebon
“Besok malam (malam ini, red) kita akan panggil kedua pihak di Mapolres Cirebon Kota, untuk kesepakatan bersama damai,” ungkap Adi Vivid, saat ditemui usai upacara Hari Kesaktian Pancasila di kawasan Kejaksan, Minggu (1/10).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan rapat terbatas bersama walikota Cirebon dan Dishub Kota Cirebon pada Sabtu (30/9) malam. Rapat itu untuk merumuskan formulasi penyelesaian dan solusi untuk angkot dan angkutan online. “Kita sudah bahas, sudah ada formulasinya,” kata dia.

Adi Vivid menambahkan, pada Senin siang ini, direncanakan pihaknya bersama Dishub Kota Cirebon, Kodim 0614/Kota Cirebon, ketua DPRD, akan melakukan rapat bersama operator aplikasi layanan angkutan online.

“Maksudnya agar kesepakatan yang nanti dibuat bisa dijalankan dan pihak operator yang akan bertanggungjawab. Misalnya kesepakatan mengenai pembatasan waktu operasional, bagaimana agar itu berjalan, kan operator yang bisa mengendalikan,” tuturnya.

Bersamaan dengan itu, para pengusaha angkot juga akan dikumpulkan. Sehingga ketika perdamaian berlangsung malam ini, bisa berjalan dengan pemahaman yang sama. “Nanti dari pihak angkot, akan mengumpulkan pengusaha,” katanya.

Menurut Adi Vivid, salah satu solusi agar angkot konvensional dan angkutan online bisa beroperasi bersama adalah pembatasan waktu. 

Karena kalaupun angkutan online dilarang beroperasi secara parmanen, kata Adi Vivid, tidak bisa dilakukan. 

“Salahsatunya bisa dengan pembatasan waktu operasional. Bagaimana keduanya bisa berjalan dengan baik. Kalau pelarangan, harus ada aturan. Sedangkan dari pusat dan provinsi belum ada,” jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya juga mengimbau kepada semua pengusaha maupun sopir angkot untuk kembali beroperasi secara normal pada Selasa besok, kalaupun masih ingin mogok sampai Senin ini. 

“Kita mengimbau segera normal kembali. Karena faktanya, para sopir itu mogok operasi jadi tidak ada kerjaan,” katanya.

Di sisi lain, saat disinggung mengenai penangkapan beberapa sopir angkot terkait tindakan perusakan terhadap angkutan online, Adi Vivid mengaku, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan intensif. Untuk sementara, satu orang sopir diduga kuat sebagai pelaku dan terbukti membawa senjata tajam.

“Masih dalam pemeriksaan. Tapi info awal sudah ada. Sementara dari keterangan saksi, satu orang yang ikut memukul mobil (angkutan online). Maka kemungkinan akan ada satu tersangka,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Cirebon, Drs Atang Hasan Dahlan MSi mengaku, pihaknya akan ikut dalam mediasi perdamaian antara sopir maupun pengusaha angkot dan pihak angkutan online. “Rencananya malam Selasa dilakukan perdamaian di Mapolres Cirebon Kota,” kata Atang.

Ia juga berharap, para sopir maupun pengusaha angkot tidak melakukan aksi mogok beroperasi secara berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan angkot masih dibutuhkan. “Buktinya ketika angkot tidak beroperasi, banyak penumpang yang terlantar, harus diangkut oleh mobil-mobil yang membantu,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Polres Ciko Bidik Satu Tersangka Perusakan Angkutan Online "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...