Suherli: Buktikan Kesalahan Kami!

KEDAWUNG – Pencopotan tiga pengurus Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) berbuntut panjang. Pasalnya surat pemberhentian sementara yang dilayangkan ketua pengawas yayasan dianggap cacat hukum.
pemberhentian suherli dari yayasan unswagati dinilai cacat hukum
Suherli Kusmana. Foto: Ari/Rakyat Cirebon
Salah satu pengurus yang diberhentikan, Prof Dr Suherli Kusmana MPd mengatakan, pasca pemberhentian dirinya dan dua pengurus lainnya, pihaknya konsultasi ke ahli hukum, dan hasilnya surat pemberhentian itu dianggap cacat hukum.

Pertama, karena di dalam akta notaris kepengurusan yayasan yang sudah disahkan Kemenkumham pengawas hanya ada 1 orang, dan tidak ada istilah ketua pengawas. Sementara di SK pemberhentian ditandatangani oleh ketua pengawas.

Kedua, selain ketua pengawas tidak ada juga istilah pendukung pengawas. Karena sesuai aturan, dalam struktur organisasi yayasan hanya ada ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, pembina dan pengawas.

“Tetapi  jabatan ketua dan anggota pengawas YPSGJ belum dituangkan dalam akta notaris dan belum disahkan Kemenkumham. Sehingga segala tindakannya cacat dan keputusannya tidak berlaku,” kata Suherli, Jum’at (29/9).

Kesalahan berikutnya adalah, penetapan pemberhentian pengurus tidak berdasarkan temuan kesalahan atau pelanggaran hukum. Serta tidak berdasar atas surat peringatan (SP).

“Kami belum pernah diaudit, ditegur atau diberikan SP. Jadi ujug-ujug saja diberhentikan tanpa alasan jelas. Perlu diketahui bahwa pengawas itu sendiri tidak pernah ngantor selama 6 bulan, mau tahu kinerja kami bagaimana,” jelasnya.

Yang lebih lucu, lanjut Suherli, penetapan pendukung pengawas pada 26 September dan mengeluarkan SK pemberhentian tiga pengurus pada 28 September, atau selang dua hari saja. Dari situ dapat disimpulkan bahwa, keputusan itu sepihak.

“Pembina dan pengawas itu harusnya mengarahkan kami dan menjernihkan suasana bukan memihak. Konflik ini kan terjadi karena persoalan anggaran dan statuta, tim penyusun harus netral. Kalau kami kan hanya menjalankan keinginan pembina dan ketua tim yang menyusun aturan,” tegasnya.

Sekretaris YPSGJ, Hj Djuariah menambahkan, SK pemberhentian itu terbit ketika pengurus itu melakukan kesalahan, atau bertentangan dengan AD/ART dan undang-undang.

“Kami sudah bekerja sesuai aturan, bahkan kami selalu ditekankan ketua yayasan untuk solid, jujur dan benar. Hal itu demi kemajuan lembaga, bahkan dalam 100 hari kerja kami berhasil menyelesaikan 53 persoalan di universitas,” ucapnya.

Karena itu, ketiga pengurus tersebut merasa heran kenapa orang bertiga yang disalahkan. “Kan pertanyaanya ada apa? Kami sudah berkerja sesuai aturan, pengelolaan keuangan di yayasan itu sesuai aturan. Aturan bukan kami yang buat, tapi kok kami yang disalahkan kan lucu,” tandas Djuariah.

Perlu diketahui juga, kata dia, keuangan dikelola yayasan itu mulai 1 September lalu. Meski pengelolaanya di yayasan, pihaknya tidak menyulitkan universitas saat membutuhkan anggaran.

“Setiap ada usulan anggaran dari universitas kita langsung tindak lanjuti saat itu juga. Kemudian ketika ada surat masuk kita juga langsung balas pada hari itu juga,” terangnya.

Karena merasa difitnah dan didzolimi, pihaknya akan mempersiapkan surat perlawanan ke pengawas.
“Pendemo itu salah sasaran, harusnya bukan ke yayasan tapi kepada yang buat aturan. Kalau kami salah, kami minta buktikan dimana letak kesalahan kami,” imbuhnya. 

Seperti diketahui, tiga pengurus YPSGJ, Prof Dr Suherli Kusmana MPd,   Hj Djuariah dan Hj Darliana akan menempuh jalur hukum setelah diberhentikan dari jabatannya sebagai pengurus YPSGJ dengan Surat Keputusan Pembinan YPSGJ No SKEP/01/PENG.YPSGJ/IX/2017 tentang pemberhentian sementara. (ari)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Suherli: Buktikan Kesalahan Kami!"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...