Sopir Angkot Segel Kantor Grab; "Mereka Pencuri Trayek Kami"

KESAMBI – Merasa tidak diperhatikan Dinas Perhubungan (Dishub), para sopir angkot kembali berulah. Kali ini kantor Grab di lingkungan CSB yang di-sweeping, Rabu (27/9).
sopir angkot sweeping angkutan online di kota cirebon
Sopir angkot segel kantor Grab di CSB Mall. Foto: Asep/Rakyat Cirebon
Sebelum penyegelan, pada pukul 10.00 WIB, ratusan sopir angkot mendatangi kantor Dinas Perhubungan untuk mempertanyakan hal tersebut. 

Akan tetapi, sampai sekitar pukul 15.00 WIB keinginan para sopir untuk ditemui oleh Kepala Dinas tak kunjung terwujud.

Mereka pun merasa geram, massa sopir yang menunggu sejak pagi namun tidak kunjung ditemui Kadishub dengan berbagai alasan akhirnya mengambil langkah sendiri.

Mereka menggeruduk kantor salahsatu angkutan online yang berada di kawasan CSB Mall dan menyegelnya.

"Ini kantor pencuri, mereka (pengusaha transportasi online,red) adalah pencuri trayek kami para sopir angkot," teriak salah seorang sopir ditengah kerumunan massa seusai menyegel kantor tersebut.

Koordinator Jalur D6 Angkutan Kota Cirebon, Agus Tarmudi menyesalkan sikap pemerintah yang seakan menghindar dari janji yang sudah dibuatnya sendiri. 

Terbukti dengan tidak ditemuinya massa sopir oleh Kepala Dinas Perhubungan setelah menunggu berjam-jam di Kantor Dishub.

"Kami sudah geram dengan transportasi online yang semakin hari semakin banyak, sedangkan ketika kami coba mempertanyakan janji pemerintah, kami ingin ketemu Kepala Dinas Perhubungan pun sangat sulit," ungkap Agus kepada rakcer.

Para sopir angkot, kata dia sudah tidak memiliki batas kesabaran, dengan sikap pemerintah yang terkesan membiarkan taksi online semakin banyak di Kota Cirebon, hal tersebut juga semakin membuat jalur transportasi angkutan konvensional semakin sempit, sehingga pendapatan para sopir kini sudah mencapai minus.

"Ini sudah diluar kendali mas, mereka (para sopir angkot,red) sudah terlalu lama sabar, tapi apa sampai hari ini angkutan online malah tambah banyak," ujar Agus.

Setelah menyegel kantor salahsatu perusahaan transportasi online, para sopir pun sempat melakukan sweeping di sepanjang jalan Cipto. Bahkan salahsatu pengemudi ojek online pun berhasil dikejar dan menjadi bulan-bulanan para sopir.

Beruntung sang pengemudi berhasil mengamankan diri masuk ke sebuah swalayan di jalan Dr Sutomo, namun helm berwarna hijau bertuliskan salahsatu perusahaan transportasi online dihancurkan oleh para sopir.

Dari kejadian tersebut, polisi pun mengamankan beberapa sopir angkot yang diduga menjadi provokator sehingga aksi kemarin sempat diwarnai beberapa kericuhan.

Akibat kericuhan yang terjadi kemarin, 18 sopir angkot digelandang ke Mapolres Cirebon Kota. Selain itu, polisi juga mengamankan dua buah mobil angkot.

Ditengah kemarahan para sopir angkot, seorang warga yang mengaku oknum kepolisian dari Polres Cirebon Kota diamuk massa di sekitar jalan Cipto tempat para sopir melakukan aksi mogoknya.

Iswandi, saksi mata di tempat kejadian menuturkan, adu jotos bermula saat seseorang yang memarkirkan kendaraan roda empatnya di depan BPK Penabur tiba-tiba naik pitam melihat ban mobilnya kempes.
sopir angkot sweeping angkutan online di kota cirebon
Pemuda mengaku anggota kepolisian saat demo sopir angkot diamankan Polisi. Foto: Asep/Rakyat Cirebon
Seakan menyalahkan para sopir angkot yang saat itu sedang berkerumun, ia pun sesumbar mengaku anggota kepolisian dan akan memproses siapapun yang mengempesi ban mobilnya.

"Awalnya dia tiba-tiba marah-marah karena ban mobilnya kempes, terus dia langsung menyalahkan para sopir angkot dan mengaku bahwa dia adalah anggota polisi, dia juga mengancam akan membawa para sopir ke kantor polisi," ungkap Iswandi.

Melihat sikap yang ditunjukkan si pemilik mobil, para sopir pun bertambah geram. Mereka langsung mendekati dan memaksanya untuk mengeluarkan kartu anggota jika ia memang anggota kepolisian dari Resort Cirebon Kota.

"Saya sendiri yang tanya dia baik-baik, mana kartu anggotanya, kalau memang dia anggota masa tidak kenal intel yang saat itu sedang mengawal aksi para sopir, bahkan dia katanya ngaku-ngaku berpangkat kompol," tutur Iswandi.

Jawaban berbelit-belit yang dilontarkan si pemilik mobil akhirnya membuat emosi para sopir memuncak. Sehingga adu jotos pun tak terhindarkan, sebuah pukulan berhasil mendarat telak di muka si pemilik mobil.

Beruntung anggota kepolisian yang berjaga-jaga langsung mengamankan dan membawa pemilik mobil dengan mulut sudah bersimbah darah.

Terpisah, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Galih Wardani SIK menegaskan bahwa korban pemukulan yang diamankan pihaknya bukanlah anggota Polres Cirebon Kota.

"Dia bukan anggota Polres Ciko, apalagi mengaku pangkatnya kompol, mungkin karena tadi terdersak, makanya mengaku anggota polisi," ungkap Galih. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Sopir Angkot Segel Kantor Grab; "Mereka Pencuri Trayek Kami" "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...