Sopir Angkot Mogok Sampai 2 Oktober

LEMAHWUNGKUK - Tak mendapatkan kepastian setelah menggeruduk kantor Dinas Perhubungan dan menyegel kantor penyedia layanan Grab di kawasan Cirebon Super Block (CSB) pada  Rabu lalu, para sopir angkot kembali menggelar mogok masal.
kapolres kota cirebon tenangkan sopir angkot
Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar tenangkan sopir angkot. Foto: Asep/Rakyat Cirebon
Hari Kamis (28/09) kemarin, ratusan sopir angkot di Kota Cirebon berkumpul kantor Organda dan bermaksud mendatangi kantor walikota di jalan Siliwangi. 

Belum sempat para sopir angkot merangsek ke Balaikota, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar SIK MHUM MSM datang untuk menenangkan para sopir angkot yang sudah geram karena tak kunjung menerima kejelasan.

Dalam komunikasinya dengan para sopir angkot, Adi Vivid berhasil menenangkan mereka. Bersama Sekretaris Organda, dirinya menemui walikota untuk menyampaikan hal yang ingin disampaikan para sopir. 

Pada intinya, mereka menuntut janji yang sebelumnya dilontarkan walikota, bahwa permasalahan transportasi online ini akan diselesaikan sampai tuntas setelah pelaksanaan Festival Keraton Nusantara (FKN) ke-XI.

Niat awal para sopir untuk menggeruduk balaikota pun urung dilakukan. Selang beberapa jam, Kapolres bersama Sekretaris Organda kembali untuk memberikan penjelasan kepada para sopir angkot.

"Saya sudah bertemu dengan Pak Walikota, saya sampaikan maksud yang ingin disampaikan bapak-bapak dan Pak Walikota merespon baik," ungkapnya di hadapan para sopir angkot.

Lebih lanjut, mereka pun diberikan pengertian, bahwasanya saat ini permasalahan yang terus dikeluhkan para sopir sedang diproses oleh Pemkot, Dishub serta pihak kepolisian.

"Padahal sekarang ini sedang kita proses, karena kalian tidak sabar jadi malah menghambat. Surat kesepakatan sudah tinggal di tandatangani, namun Kadishub sedang di luar Cirebon dan baru kembali besok (hari ini, red), setelah itu hari Sabtu kita akan adakan rapat internal yang kemudian Senin baru akan dibahas," tutur Adi Vivid sambil terus menenangkan massa sopir angkot.

Ditambahkannya, pihak kepolisian pun akan menuruti keinginan para sopir angkot untuk menindak tegas transportasi online, dengan catatan tindakan yang dilakukan tetap dalam koridor yang menjadi kewenangan kepolisian.

"Rencananya Pak Wali akan membuat Perwali untuk menyelesaikan masalah ini, dan kepolisian juga akan melakukan penertiban sesuai  kewenangan kami, SIM, STNK dan pelanggaraan standar kepolisian lainnya, selain itu tentu kami tidak bisa bertindak," tambah Adi Vivid.

Sementara itu, Sekretaris Organda Cirebon, Karsono SH MH mengamini apa yang disampaikan orang nomor satu di Kepolisian Resort Cirebon Kota tersebut. Ia pun meminta kepada para sopir untuk tetap tenang  dan mengikuti proses penyelesaian yang sedang diupayakan oleh pemerintah.

"Saya dengan Kapolres sudah menemui Pak Wali. Saya minta ikuti dan tunggu upaya yang sedang dijalankan oleh pemerintah kota. Sekarang temen-teman saya harap kembali beroperasi," kata Karsono. 

Setelah berunjukrasa di Balaikota,  para sopir angkot langsung mengadakan rapat dan menghasilkan beberapa keputusan. Keputusannya  adalah membuat nota kesepakatan bersama untuk melakukan mogok sampai batas 2 Oktober. 

"Bapak kapolres tadi bilang bahwa hal ini sedang diproses dan hari Senin baru akan dilakukan pembahasan sampai tuntas, dan kami akan menunggu sampai tanggal 2 Oktober, tapi kita sudah sepakat sampai waktu tersebut kita akan mogok menarik penumpang," ungkap Agus, salahsatu koordinator jalur usai rapat di Kantor Organda kemarin.

Seperti diketahui, pada nota kesepakatan yang ditandatangani oleh semua koordinator jalur angkutan kota, baik dalam Kota maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), tertulis bahwa semua pengusaha angkutan umum mulai  28 September sampai Senin, 2 Oktober 2017 akan memberhentikan aktifitas transportasinya.

"Semua koordinator jalur sudah sepakat, sampai Senin nanti tidak ada aktifitas angkot di Kota Cirebon," ujarnya.

Imbas dari mogoknya ratusan sopir angkot kemarin, anak-anak sekolah di Kota Cirebon terkatung-katung, seperti di Jalan Cipto MK. Para murid pulang dengan berjalan kaki, bahkan ada yang ngompreng dengan menaiki mobil bak terbuka, dan tentunya ini sangat berbahaya.

"Sangat menyayangkan saja, lihat aja anak-anak sekolah, pada naik truk, kan bahaya, mending kalau dijemput orang tuanya mah," kata Suhendra, warga di sekitar Jalan Cipto MK yang melihat pemandangan puluhan siswa menaiki truk terbuka.

Terpisah, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar SIK MHUM MSM membenarkan ada kesepakatan yang dibuat para sopir angkot tersebut, namun pihaknya telah berkoordinasi dengan Walikota Cirebon Nasrudin Azis untuk mengantisipasi rencana mogok yang akan dilakukan.

"Informasi itu benar, tapi masyarakat jangan khawatir, saya dengan Pak Wali telah berkoordinasi, nanti kita akan surati instansi-instansi yang memiliki mobil untuk membantu transportasi selama angkot mogok, tapi kita juga akan terus upayakan agar mereka tetap beraktifitas mengantar penumpang," kata Adi Vivid. (sep) 

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Sopir Angkot Mogok Sampai 2 Oktober"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...