Rektor Unswagati Bungkam, Ogah Tanggapi Manuver Suherli

CIREBON – Pasca “diserang” oleh gelombang demonstrasi besar-besaran para pegawai dan dosen Unswagati Cirebon, Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Prof Dr Suherli Kusmana MPd dan dua orang lainnya terus bermanuver.
suherli tuding kisruh unswagati ada kepentingan politik
Ketua Pembina YPSGJ Kuntara (pakai jaket) temui pegawai dan dosen yang berdemo. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Suherli cs menyebut pihak rektor dan pembina YPSGJ yang menyeretnya masuk dalam struktural YPSGJ. Mengenai tata kelola keuangan juga dikelola oleh pihak yayasan karena aturannya seperti itu. Tapi sayang, Suherli cs dihantam gelombang aksi dua hari berturut-turut.

Belakangan terindikasi konflik tersebut dilatarbelakangi kepentingan politik menjelang Pemilihan Rektor (Pilrek) pada Januari 2018. Massa pendemo disebut-sebut digerakan oleh pihak tertentu. Indikasi kuatnya adalah rektor.
Mendapat serangan balik melalui menuver yang dilakukan Suherli cs selama dua hari pula, pihak rektorat justru ogah buka suara. Saat dikonfirmasi langsung oleh wartawan koran ini usai salat Jumat di masjid Unswagati, Rektor Unswagati, Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP enggan berkomentar.
Saat ditanya mengenai adanya aroma politik menjelang Pilrek Unswagati yang melatarbelakangi aksi demo pegawai dan dosen, termasuk peran dirinya mendorong Suherli masuk struktural YPSGJ, pria yang akrab disapa Djohan itu tetap bungkam. “Saya tidak mau mengomentari itu,” katanya.
Hal yang sama juga ditunjukkan Wakil Rektor III Unswagati, Dudung Hidayat SH MH. Ia enggan menjawab pertanyaan wartawan seputar konflik internal yang kian memanas dan mengemuka ke publik itu. “Saya juga tidak ingin berkomentar,” katanya.
Sementara itu, Koordinator aksi para pegawai dan dosen, Bambang Medivit SH menyatakan, pihaknya tak akan terpengaruh oleh “nyanyian merdu” Suherli. Apapun yang disampaikannya, Medi menilai itu haknya dalam rangka pembelaan. “Apapun yang disampaikan Pak Suherli itu hak dia, mau bilang apapun,” katanya.
Medi menjelaskan, pihaknya akan tetap mengawal tiga tuntutan yang disampaikan ketika demo besar-besaran pada Senin dan Selasa lalu. Pertama, mendesak agar Suherli dan dua orang lainnya dicopot, kembalikan tata kelola keuangan ke universitas bukan di yayasan, dan audit investigasi penggunaan keuangan selama dikelola yayasan.

“Kita tetap pada tiga tuntutan itu. Walau pencopotan itu kabarnya sudah terjadi, tapi kita akan tetap mengawalnya. Termasuk kembalikan tata kelola keuangan dari yayasan ke universitas dan lakukan audit investigasi selama keuangan dikelola yayasan,” katanya.

Disinggung soal aroma politik menjelang Pilrek Unswagati, Medi mengaku, pihaknya tidak punya kapasitas mengklarifikasi hal itu. Yang pasti, kata dia, para pegawai dan dosen bergerak atas inisiatif sendiri secara kolektif. “Tidak ada yang menunggangi. Soal aroma politik, itu kapasitas rektorat maupun yayasan  yang menjawab,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Rektor Unswagati Bungkam, Ogah Tanggapi Manuver Suherli"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...