Pegawai Unswagati Bakar Ban, Tuntut Wakil Ketua Yayasan Dicopot

KESAMBI – Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon terancam lumpuh. Semua pegawai di kampus swasta terbesar di Cirebon itu mengancam mogok kerja, apabila Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Prof Dr Suherli Kusmana MPd tidak dicopot.
pegawai unswagati tuntut wakil ketua yayasan mundur
Pegawai Unswagati tuntut wakil ketua yayasan mundur. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Kemarin (25/9), semua pegawai Unswagati melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di halaman kampus setempat. Seraya membakar ban bekas sebagai simbol perlawanan dan membentangkan spanduk desakan pencopotan wakil ketua yayasan, perwakilan pegawai juga berorasi. Sementara para mahasiswa hanya menonton.

Salah satu koordinator aksi, Bambang Medivit SH menjelaskan, aksi yang dilakukan pihaknya merupakan buntut dari terbitnya surat teguran dari Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) IV Jawa Barat berkaitan posisi Suherli di wakil ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati.

“Prof Dr Suherli Kusmana MPd itu dosen Kopertis, statusnya ASN. Akan tetapi beliau menjadi wakil ketua yayasan. Sedangkan di dalam UU ASN, seorang ASN dilarang menjadi pengurus di yayasan,” ungkap Medi.

Ia menambahkan, teguran tersebut merupakan yang kedua kalinya yaitu pada 11 September 2017. Tapi sejauh ini, Suherli tak mengindahkannya. Bahkan rektor Unswagati juga sudah menyampaikan tanggapan atas surat teguran tersebut kepada pihak yayasan. “Yayasan juga tidak mengindahkan,” ujarnya.

Selain itu, disampaikan Medi, yang paling krusial dan memancing emosi semua pegawai di Unswagati adalah perubahan sistem pengelolaan keuangan kampus. Semula, keuangan dikelola oleh kampus, tapi ketika struktur pengurus yayasan yang baru terbentuk pada beberapa bulan lalu, dialihkan ke yayasan.

“Persoalan pengelolaan keuangan. Pada saat yayasan baru terbentuk, di sana terjadi perombakan signifikan dalam hal pengelolaan keuangan. Dulu dikelola secara mandiri di universitas dengan masing-masing fakultas. Tapi sekarang pengelolaannya di yayasan. Ini yang memunculkan kemarahan,” terangnya.

Atas hal itu, Medi menegaskan, para pegawai mendesak agar Suheli dikembalikan ke Kopertis. Begitu juga untuk pembinaan kepada yang bersangkutan, Kopertis diminta turun tangan. “Kemudian kembalikan pola pengelolaan keuangan seperti awal, yaitu di universitas, bukan di yayasan,” kata dia.

Hal senada disampaikan pegawai lainnya, Ade Purnama SH. Pihaknya mendesak kepada pihak yayasan untuk segera mengambil langkah tegas berkoordinasi dengan Kopertis Jabar untuk “mengembalikan” Suherli. “Dalam jangka waktu 1x24 jam, kalau belum selesai,‎ kita akan mogok kerja,” katanya.

Sementara itu, setelah beberapa jam para pegawai berdemo, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Letjen TNI (Purn) H Kuntara datang dan menemui pendemo. 

Ia menegaskan, pihaknya akan menaati aturan mengenai komposisi yayasan. “Kita akan menaati aturan yang ada. Kalau kata Dikti harus dikembalikan, maka kita akan minta kembalikan,” katanya.

Pihaknya berjanji akan segera membahas persoalan itu di internal pembina yayasan. Diakui Kuntara, kalau aturannya melarang seorang ASN menjadi pengurus yayasan, maka pihaknya akan mematuhi.

“Bahwa Dikti tidak mengizinkan seorang ASN bekerja di yayasan, ini yang akan kita proses. Ujungnya pasti itu kembali,” katanya. Setelah mendangarkan penjelasan dari ketua pembina yayasan, massa pendemo membubarkan diri. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Pegawai Unswagati Bakar Ban, Tuntut Wakil Ketua Yayasan Dicopot"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...