Diberhentikan Secara Sepihak, Tiga Pengurus Yayasan Unswagati Menggugat

KEJAKSAN - Merasa didzolimi, Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Suherli Kusmana bersama Sekretaris YPSGJ, Hj Djuariah dan Bendahara YPSGJ Hj Darliana akan menempuh jalur hukum. 
pengurus yayasan unswagati tempuh jalur hukum
Dari kiri: Hj Djuariah, Hj Darliana dan Suherli Kusmana akan menempuh jalur hukum. Foto: Ist./Rakyat Cirebon
Keluarnya Surat Keputusan Pembinan YPSGJ No SKEP/01/PENG.YPSGJ/IX/2017 tentang pemberhentian sementara ketiga orang tersebut pada Kamis (28/9) dianggap sebagai bentuk penzdoliman dan melanggar prosedur.

"Keluarnya surat itu tidak sesuai prosedur yang tertuang dalam undang-undang dan AD/ART yayasan. Yang mana pengurus yayasan baru boleh diberhentikan sementara jika melakukan pelanggaran. Sedangkan kami sudah bertugas sesuai aturan," kata Suherli kepada Rakyat Cirebon, Kamis (28/9).

Oleh karena itu, lanjut Suherli, pihaknya akan menempuh jalur hukum untuk mencari dalang di balik itu. "Kami tahu siapa dalang di balik demo dan sampai terbitnya surat pemberhentian sementara itu," jelasnya.

Terbitnya surat pemberhentian untuk tiga pengurus yayasan itu, akibat imbas dari demo yang dilakukan oleh pegawai kampus Unswagati. Keputusan itu dianggap sepihak karena tidak dimusyawarahkan terlebih dahulu. 

"Jelas menyalahi aturan yang ada di dalam yayasannya. Saya punya bukti dan saksi untuk membawa perkara ini ke ranah hukum. Kami juga siap diaudit jika dianggap melanggar," sambungnya.

Selain menempuh jalur hukum, rencananya Suherli juga akan melaporkannya ke Kopertis dan Menristek Dikti. "Jadi kalau yang menjadi dasar pengawas adalah demo, padahal demo itu direkayasa dan orang-orang yang demonya pun sudah mengaku minta maaf kerena mereka mengaku ada yang menunggangi untuk melakukan demo,” tegasnya.

Hal serupa juga disampaikan Sekretaris YPSGJ, Hj. Djuariah. "Saya selaku pengurus yayasan merasa didzolimi karena meskipun pengawas mempunyai kewenangan untuk melakukan pemberhentian sementara, namun hal itu bisa dilakukan apabila sesuai dengan prosedur yang ada dan harus disertai alasan," paparnya.

Kaitan dengan hal itu, pengawas belum melakukan audit juga rapat. Namun sudah mengeluarkan surat pemberhentian. Jelas itu tindakan sewenang-wenang. 

"Pembina tiba-tiba tanpa rapat mengeluarkan SK pengawas pada tanggal 26 kemaren, dan tanggal 28 pengawas langsung mengeluarkan surat pemberhentian sementara untuk kita tanpa alasan dan tanpa audit. Padahal dia baru dua hari mendapatkan SK tapi langsung berbuat seperti itu. Jika demikian berarti ada rekayasa di dalamnya untuk mendzolimi kami," imbuhnya. 

Demonstrasi besar-besaran para pegawai dan dosen selama dua hari, Senin dan Selasa lalu, membuat Unswagati gaduh. Pegawai dan dosen bertingkah menyerupai mahasiswa, demo membentangkan spanduk, berorasi, membakar ban bekas, hingga melakukan penyegelan kantor Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ).
Hal itu seperti disampaikan alumni Unswagati, Aji Nugraha, kepada Rakyat Cirebon, kemarin. Ia mengaku prihatin dengan konflik yang terjadi di Unswagati, berbagai media massa memberitakan, di media sosial juga ramai, akhirnya jadi perbincangan di tengah masyarakat.
“Jujur saya katakan, sangat prihatin. Kampus yang terbilang besar di Cirebon, harus mengalami konflik yang memilukan. Mungkin bisa jadi baru terjadi, pegawai dan dosen melakukan demo seperti itu,” ungkap Aji.
Menurutnya, aksi demonstrasi pegawai dan dosen bukanlah langkah yang tepat. Sebagai golongan masyarakat berpendidikan, mestinya mereka mengedepankan cara-cara yang lebih santun dan elegan dalam memperjuangkan aspirasinya.
“Para pegawai dan dosen itu orang-orang berpendidikan, berada di lingkungan pendidikan. Jadi saya pikir, tidak tepat kalau kekecewaan itu disalurkan dengan demo, apalagi cara-caranya membuat panas suasana, seperti bakar ban sampai menyegel ruangan,” tuturnya.
Pria yang kini getol tampil di publik sebagai pemerhati politik Cirebon itu meminta kepada para petinggi Unswagati maupun YPSGJ untuk duduk bersama menyelesaikan polemik tersebut.

“Kalaupun ada aroma politik, nuansa pilrek jangan sampai mengorbankan kampus. Kalau tidak segera diselesaikan, bukan tidak mungkin akan menyebabkan kemunduran bagi kampus,” katanya.
 
Sementara itu, Rektor Unswagati, Prof Dr H Rochanda Wiradinata MP belum bisa dikonfirmasi mengenai “kicauan” Wakil Ketua YPSGJ, Prof Dr Suherli Kusmana MPd yang mengindikasikan bahwa konflik internal tersebut dipicu aroma politis menjelang Pilrek Unswagati 2018.

Sebelumnya, tak tahan “diserang” dengan aksi demonstrasi para pegawai dan dosen Unswagati, Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Prof Dr Suherli Kusmana MPd yang kemarin dinonaktifkan oleh pihak yayasan akhirnya buka-bukaan. Ia membeberkan, setidaknya ada dua isu besar yang melatarbelakangi aksi demo para pegawai dan dosen.

“Ada dua persoalan. Pertama RKAT (Rencana Kerja Anggaran Tahunan, red), kedua adalah pemilihan rektor,” ungkap Suherli, saat dihubungi wartawan koran ini, Rabu (27/9).

Ia menjelaskan, RKAT bukan gagasan dirinya. Bahwa keuangan universitas masuk ke yayasan, itu sesuai UU tentang Yayasan, AD/ART yayasan, Statuta Unswagati dan Pedoman Pengelolaan Keuangan Unswagati. 

“Di Pasal 78 Statuta Unswagati menyebutkan, seluruh uang yang ditarik dari mahasiswa harus masuk ke rekening yayasan. Jadi bukan pemikiran Suherli. Karena memang aturannya seperti itu,” kata dia.

Suherli menambahkan, latarbelakang lainnya yaitu tentang pemilihan rektor. Di Pasal 39 Statuta Unswagati dijelaskan, rektor diangkat dan diberhentikan oleh yayasan atas pertimbangan senat. Jadi, senat hanya meberikan pertimbangan dan yang menentukan adalah yayasan.

“Tapi rektor tidak mau pakai aturan itu. Maunya pemilihan itu hanya di senat. Yayasan hanya melantik. Itu bertentangan dengan statuta yang sebetulnya sudah ditandatangani oleh dia (rektor, red) sendiri,” katanya. (jri/ril)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Diberhentikan Secara Sepihak, Tiga Pengurus Yayasan Unswagati Menggugat "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...