Walikota Ancam Tutup Batubara

KEJAKSAN - Banyaknya warga sekitar pelabuhan yang kembali mengeluhkan debu batubara membuat Walikota Cirebon, Nasrudin Azis geram. Walikota mengancam untuk kembali menutup bongkar muat batubara jika keluhan dari masyarakat tak diindahkan.
bongkar muat batubara cirebon terancam ditutup kembali
Walikota Cirebon Nasrudin Azis. Foto: Asep/Rakyat Cirebon 
Meskipun secara resmi pihaknya belum menerima laporan mengenai keluhan yang dirasakan masyarakat, Walikota Cirebon mengatakan bahwa pemkot sudah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon untuk menindaklanjuti keluhan tersebut. 

Bahkan, orang nomor satu di Kota Cirebon tersebut mengancam jika para pengusaha tetap nakal, maka pihaknya dan KSOP akan mengambil langkah tegas dengan menutup aktifitas bongkar muat batu bara secara permanen.

"Soal keluhan batu bara itu, saya sudah berkoordinasi dengan KSOP untuk kemudian menindak mereka para pengusaha yang tidak bisa menunjukkan tanggung jawabnya dalam menjalankan aktifvitas bongkar muat," tegas Azis saat diwawancarai wartawan koran ini, kemarin.

Salahsatu langkah yang akan diambil setelah pemkot berkoordinasi dengan KSOP mengenai tanggapan dari keluhan warga sekitar pelabuhan, Azis mengatakan bahwa KSOP akan bertindak tegas jika dalam batas waktu tertentu debu batu bara masih sampai ke pemukiman-pemukiman warga.

"Kalau sampai batas tertentu yang ditentukan KSOP debunya masih ada, kita dengan KSOP akan menutup secara permanen. Ya kalau masih nakal kita akan tutup total," kata Azis.

Dalam hal menindak para pengusaha bongkar muat batu bara, lanjut Azis, pihak pemerintah kota tidak bisa melakukan langkah tegas tanpa koordinasi dengan KSOP sebagai  empunya kawasan pelabuhan dimana aktifitas bongkar muat tersebut dilakukan.

"Pelabuhan itu wilayah KSOP, bahkan KSOP sudah memberikan warning keras, kalau masih menggangu masyarakat, tentu KSOP tidak akan sungkan dan langkah itu akan kita dukung," tutur Azis.

Meskipun KSOP memiliki kewenangan lebih untuk hal penindakan, bahkan sampai penutupan sekalipun, sebagai pimpinan daerah Azis mengharapkan dalam batas waktu secepat-cepatnya, jika para pengusaha masih mengabaikan dampak yang telah ditimbulkan dari aktifitasnya, pemkot mendorong agar aktifitas bongkar muat ditutup secara permanen.

"Saya berharap sebagai pimpinan daerah pengen secepat-cepatnya bisa tertib, namun wilayah itu sekali lagi adanya di KSOP, seperti itu," kata Azis. Diberitakan sebelumnya, beberapa pengrus RW sudah mendapatkan banyak keluhan dari warganya terkait debu batu bara yang sudah masuk ke pemukiman dan rumah-rumah penduduk.

"Pada prinsipnya, masyarakat kami ingin lingkungan ini bersih dari debu, tapi nyatanya masih banyak debu yang sampai, bahkan masuk ke rumah-rumah warga, mereka mengeluh kepada pengurus RW," ungkap Sumarsono, ketua RW 02 Pamujudan kepada rakcer. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Walikota Ancam Tutup Batubara"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...