Tak Ada Pembeli, 80 Ribu Ton Gula Petani Numpuk

CIREBON - Tidak kurang dari 80 ribu ton gula menumpuk di gudang PT PG Rajawali II Babakan Kabupaten Cirebon. Semua itu dikarenakan tidak adanya pembeli yang tertarik untuk membeli gula dari petani, dengan alasan adanya tarikan PPN oleh pemerintah.
gula petani kabupaten cirebon tak laku di pasar
Gula petani menumpuk di gudang PG Rajawali. Foto: Zezen/Rakyat Cirebon
Sebelumnya, telah ditemukan adanya peredaran gula rafinasi yang menumpuk di salah satu gudang di Cirebon. Sehingga diduga kuat terjadinya sepi pembeli dikarenakan adanya gempuran gula yang didatangkan dari luar. Padahal, pasokan gula dalam negeri menumpuk belum adanya yang menyentuhanya.

Disatu sisi, atas terjadi hal demikian, menyebabkan petani lesu karena tidak lakunya gula tebu asli. Hal ini seperti ang diungkapkan oleh H Dono salah satu petani tebu dari Cirebon Timur bahwa atas terjadinya situasi demikian, menurutnya telah menyebabkan para petani menjerit. 

“Adanya gula rafinasi tersebut, telah menyebabkan produksi gula dari petani tidak laku dipasaran, menyebabkan kami tercekik, Padahal kami untuk bisa memproduksi dan menghasilkan gula, memerlukan biaya, tentunya kami hanya ingin gulanya dibeli, itu saja,” terang dia kesejumlah awak media.

Hal itu cukup beralasan, agar petani bisa melangsungkan proses cocok tanam tebu. Maka ketika keadaan gula tetap tidak ada yang membeli, menjadi kekhawatiran tersendiri untuk kelangsungan petani tebu. Maka dari itu, ia memohon kepada para pejabat yang memiliki kaitan dengan gula, untuk bisa memberikan kebijakan yang berpihak kepada para petani.

“Kami lapar, kami perih apakah kami selaku petani tebu juga memiliki tanggung jawab untuk menyekolahkan anak, dan berhak hidup layak, gula sudah menumpuk begini, kalau tidak laku, buat apa kita menanam tebu lagi,” ucapnya. 

Sementara itu, Ketua BPD Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Jawa Barat H Budi Tahrudin menyayangkan atas kurangnya pengawasan dari Satgas Pangan. pasalnya, belum lama ini, telah ditemukan adanya tumpukan gula rafinasi disalah satu gudang di Cirebon, tetapi berselang beberapa jam, gula tersebut sudah tidak berada ditempat. Tentunya, hal itu patut untuk dicurigai, manakala memiliki izin resmi, kenapa mesti terburu-buru.

Maka dari itu, ia menuntut agar Satgas Pangan segera turun melakukan pengecekan, kepada seluruh pengusaha gula. “Untuk memeriksa seluruh pedang gula, Karena semua ini terjadi tidak lepas dari bebasnya gula rafinasi yang di konsumsi oleh masyarakat tanpa ada tindakan dari Satgas Pangan,” tegasnya. (zen)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Tak Ada Pembeli, 80 Ribu Ton Gula Petani Numpuk "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...