PKS-Gerindra dan Koalisi Seduluran Siap Hadang Petahana

CIREBON – Pemilihan bupati dan wakil bupati Cirebon tahun 2018 mendatang diperkirakan akan diikuti tiga pasangan calon. Pasalnya, dengan melihat jumlah ketersediaan kursi di DPRD Kabupaten Cirebon yang berjumlah 50 kursi, maka tiga pasangan ini sangat mungkin terbentuk.
Deklarasi koalisi PKS-Gerindra di Pilbup Cirebon. dok. Rakyat Cirebon
Seperti diketahui, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai penguasa memiliki 11 kursi, yang artinya bisa mengajukan satu paket pasangan calon. Bahkan, dengan syarat minimal 20 persen dari jumlah kursi, maka PDIP masih lebih satu kursi jika ingin sendirian mengusung satu paket pasangan calon.

Bupati Cirebon, DR H Sunjaya Purwadisastra Drs MM MSi nampaknya masih merupakan calon terkuat untuk mendapatkan rekomendasi sebagai calon bupati dari partai berlambang banteng moncong putih ini. 

Hanya saja, terdapat beberapa tokoh lainnya yang mungkin bisa mendampingi seperti Ketua DPC PDIP, H Mustofa SH, Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Drs H Yayat Ruhyat MSi dan tokoh Cirebon Timur, H Tarmadi.

Poros selanjutnya yang sudah pasti terbentuk ialah koalisi Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra. Dengan kekuatan 11 kursi di DPRD, koalisi ini sudah bisa mengusung satu pasangan calon apabila memang ingin membentuk poros baru di luar PDIP.

Ditambah, beberapa partai seperti Partai Demokrat juga sudah menyatakan siap untuk masuk dalam gerbong koalisi PKS-Gerindra. Jika hal itu terjadi, maka total 15 kursi sudah dikantongi poros ini.

“Kita siap untuk bergabung. Hanya saja, kemarin saat koalisi kita belum ikut tetapi sudah hadir di acara tersebut,” ujar Plt Ketua DPC PD kabupaten Cirebon, H Nana Karnadi.

Walaupun belum secara gamblang akan mengusung siapa sebagai calon bupati, namun nama Ketua DPC Gerindra Kabupaten Cirebon, Drs H Subhan nampaknya bisa diperhitungkan. Nama Subhan, bisa disandingkan dengan calon dari partai koalisi lainnya seperti Drs H Kalinga MM, H Satori maupun Junaedi ST.

Dari kubu Gerindra  salah satu bakal calon yang suaranya cukup baik ada Drs H Kalinga. Belum lama ini Kalinga mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu membuktikan ia serius mencalonkan diri dari Partai Gerindra. “Dengan begitu saya bisa lebih fokus untuk mensukseskan apa yang jadi niat saya mas,” jelas Kalinga singkat.

Poros terakhir ialah Koalisi Seduluran yang digalang oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon, M Luthfi ST. Beberapa partai sudah coba didekati oleh Luthfi dan parpol yang disambangi juga sudah memutuskan untuk menggalang koalisi. Sebut saja Partai Hanura, Partai Nasdem dan Golkar nampaknya akan merapat ke koalisi yang mungkin mengusung Luthfi sebagai calon bupati.

“Kita ingin membentuk Koalisi Seduluran. Terbukti, saya mengikuti semua tahapan penjaringan di beberapa partai politik. Saya juga berharap partai politik ini bisa ikut bergabung untuk Kabupaten Cirebon yang lebih baik,” ujar Luthfi.

Moh Luthfi berkomitmen untuk menjait sebanyak-banyaknya parpol untuk menghadapi Pilkada. Hal itu bukan untuk menunjukan ambisinya memenangkan Pilkada. Namun terbentuknya koalisi besar untuk membuktikan bahwa semuanya memiliki kesamaan visi, yakni ingin adanya perubahan lebih baik. 

"Saya kira masih sangat dimungkinkan terbentuknya dua atau tiga koalisi. Karena dinamikanya masih sangat cair," tandasnya.

Diakuinya, Koalisi Seduluran yang ia bangun mulai mendapatkan respon positif dari sejumlah parpol. Meski demikian, pihaknya masih mencari momen yang tepat untuk mendeklarasikan koalisi seduluran. 

Sementara itu Ketua DPC Hanura Yatsawi menyampaikan, sejauh ini pihaknya sudah menjalin komunikasi serius dengan PKB. "Ya kami sudah bicarakan kaitan koalisi nanti. Saya kira Luthfi memiliki kelebihan, karena berpengalaman pada Pilkada 2013 silam," paparnya.

Namun, peta politik di Kabupaten Cirebon menjelang Pilkada Serentak 2018 bisa saja berubah. Ada juga yang memprediksi, PDIP sebagai partai terbesar di Kabupaten Cirebon akan menggandeng Partai Golkar sebagai mitra koalisi. 

Kabar koalisi PDIP-Golkar bertambah santer ketika sudah ada kesepakatan koalisi 16 kota/kabupaten di Jabar yang akan melangsungkan pilkada serentak.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, H Mustofa SH mengatakan, terbentuknya koalisi PDIP dan Golkar di Provinsi Jabar tak lain karena dinamika nasional. Begitupun dengan koalisi daerah itu bisa saja mengikuti dinamika provinsi. 

"Apakah koalisi di pilkada serentak nanti sama dengan provinsi kita belum mendapat arahan dari DPD dan DPP," ucap Mustofa.

Menurut Mustofa, secara aturan pihaknya sudah bisa mengusung satu paket pasangan. Hal itu juga menjadi pertimbangan, bagaimana nanti formulasinya jika berkoalisi.

"Apakah ketika nanti berkoalisi itu menjadi pengusungan bersama atau seperti apa kan. Itu akan kita carikan formulasinya," paparnya.

Sejumlah kalangan juga memprediksi, bila PDIP dan Golkar melakukan koalisi, maka Ketua Partai Golkar Cirebon, Dave Akbarsyah Fikarno yang bisa dimintu untuk mendampingi Sunjaya Purwadisastra. 

Tentu bila koalisi PDIP-Golkar terjadi, maka akan mengubah kekuatan Koalisi Seduluran yang sebelumnya sudah dibangun oleh Ketua PKB Kabupaten Cirebon, Moh Luthfi. (yog/ari)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PKS-Gerindra dan Koalisi Seduluran Siap Hadang Petahana"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...