Kepsek Akui Tanah SMAN 1 Astanajapura Hibah Pemdes Kanci

CIREBON - Usai warga Desa Kanci melakukan penyegelan terhadap SMAN 1 Astanajapura, yang dilakukan beberapa hari yang lalu, kini warga menuntut keabsahan tanah yang ditempati oleh bangunan sekolah. 
tanah sman 1 astanajapura cirebon digugat warga
Pintu gerbang SMAN 1 Astanajapura digembok warga Kanci. dok. Rakyat Cirebon
Pasalnya, tanah diatas bangunan sekolah tersebut diduga masih menjadi milik desa. Hal itu besar kemungkinan, balas dendam warga pasca melakukan penyegelan gerbang sekolah, belum juga ada titik temu terhadap nasib siswa yang telah dinyatakan tidak lolos tersebut PPDB.

Hal itu seperti yang diakui oleh tokoh pemuda desa setempat Adi Rohadi, bahwa tuntutannya itu sangatlah wajar dikarenakan tidak adanya itikad baik dalam mengakomodir 14 siswa yang berasal dari desa Kanci. 

Menurutnya, warga Desa Kanci merasa telah memberi sumbangsih yang lebih terhadap sekolah. Namun, pihak sekolah tidak mencerminkan ada keberpihakan terhadap warga desa. “Kami mempertanyakan legalitas tanah yang dibangun sekolah,” ucapnya.

Padahal sepengetahuannya, tanah tersebut masih menjadi kepemilikan tanah desa. Tetapi pihak sekolah tidak pernah membayar sewa atau sejenisnya kepada pemdes Kanci. Makanya terang dia, masyarakat menuntut kepada pihak sekolah untuk memperlihatkan keabsahannya. 

“Kami sudah banyak membantu bahkan secara swadaya, masyarakat Kanci sudah membangun dua ruang kelas yang tujuannya agar anak-anak bisa bersekolah di SMAN 1 Astanajapura, tapi nyatanya, warga tidak di utamakan,‘‘ tegas Adi.

Sementara, kepada Kepala SMAN 1 Astanajapura, Dodi Rosnaedi, mengaku perihal legalitas kepemilikan tanah sampai sejauh ini masih belum jelas. Karena dirinya mengaku masih baru menjabat sebagai kepala sekolah. 

Menurutnya,  informasi yang terima, bahwa tanah yang dipergunakan untuk membangun sekolah merupakan hibah dari Pemdes Kanci. 

“Tetapi jelasnya kami pun belum tau pasti. Karena saya baru menjadi kepala sekolah belum lama. Nanti kami akan mencoba mencari arsip kepemilikan tanah yang sebenarnya ini bagaimana,‘‘ ungkapnya.

Kuwu Desa Kanci, Lilis S mengaku, pihaknya tidak tahu menahu soal status tanah yang dibangun untuk SMAN 1 Astanajapura. Karena terang dia, ketika menjabat sebagai kuwu, tidak ditemukan adanya dokumen apapun. Tetapi pihaknya akan mencari tahu tentang keabsahan tanah tersebut. 

“Sampai saat ini, kami tidak pernah menerima uang sewa, baik dari SMAN I maupun SMP I dan lainnya, yang menggunakan tanah desa. Jadi, kedepan kami akan melakukan tertib administrasi agar tidak menimbulkan permasalahan,” tuturnya.

Sementara Kapolsek Astanajapura mengkhawatirkan terhadap kekisruhan yang terjadi. Karena, rentan dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Pihaknya  mengharapkan proses tersebut tetap kondusif. 

“Khawatir ini nanti malah dimanfaatkan oleh segelintir orang yang tidak bertanggungjawab, makanya kami minta agar masyarakat benar-benar hati-hati menyikapinya, jangan sampai terprovokasi,” pungkasnya. (zen)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Kepsek Akui Tanah SMAN 1 Astanajapura Hibah Pemdes Kanci"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...