Kades Mekarsari Tuding Pelantikan Kades Beraroma Politik

JATIWANGI – Kepala desa (kades) Mekarsari Kecamatan Jatiwangi Joko Purnomo SH menuding pelantikan serentak para kades di sejumlah wilayah oleh Bupati Majalengka Sutrisno beraroma politis.
kepala desa diminta netral pada pilbup majalengka
Bupati Majalengka Sutrisno lantik lima kades. Foto: Hasan/Rakyat Cirebon
Joko Purnomo menegaskan, sejumlah pelantikan para kades terindikasi ke arah dukungan kepada salah satu bakal calon. Hal ini harus disikapi secara bijak. Mengingat mesin pemerintahan desa akan sangat rawan disusupi oleh pihak yang berkepentingan.

"Kepala desa harus benar-benar netral. Jangan sampai berpihak kepada salah satu bakal calon. Satu kades A misalnya, telah mendukung balonbup. Karena telah dibantu dalam proses pemenangannnya hingga terpilih menjadi kades," tegas Joko, saat ditemui di sela-sela pelantikan lima kepala desa di wilayah Kecamatan Jatiwangi, Selasa (8/8).

Pria yang akrab dipanggil Jopu ini menilaim kepala desa yang dilantik tersebut telah condong kepada salah satu bakal calon bupati. Ia berharap agar ke depan, para kepala desa khususnya di wilayah Jatiwangi dapat lebih netral. Mengingat hal itu akan lebih menunjukkan pemerintahan yang adil kepada masyarakat.

"Seorang kades atau kuwu tidak seharusnya berpihak. Dia harus benar-benar netral dan konsen melayani masyarakat. Serta mengutamakan masyarakat. Kalau sudah cenderung berpihak pada satu balonbup, itu sudah tidak netral. Karena nanti masyarakat akan digiring untuk mendukung balonbup yang dimaksud," ungkapnya. 

Jopu bahkan, mengetahui siapa saja kepala desa yang mendukung kepada salah satu bakal calon bupati. Dukungan kepala desa adalah soal balasan budi. Karena telah mensukseskannya memenangkan calonkades hingga terpilih menjadi kepala desa.

Menurutnya, kalau loyalitas yang ditampilkan, memang terlihat apa adanya. Para kuwu terlihat manut ketika dilantik. Namun, tampaknya sejumlah dukungan lebih kuat terjadi di wilayah sebelum momen pencoblosan dimulai. 

“Saya tahu, kuwu itu mendukung balon A, kuwu itu mendukung balon B, dan lain sebagainya. Karena mereka sudah terikat kontrak politik. Jadi, saya menilai sebagian kades yang dilantik sudah tidak netral," tandasnya.

Sementara itu, kepala desa yang dilantik secara serentak oleh bupati Majalengka yakni kepala desa Ciborelang, Sutawangi, Cibentar, Jatiwangi dan Burujul Kulon.

Terpisah, sejumlah tim sukses pilkades di wilayah Jatiwangi yang namanya enggan dikorankan membenarkan, saat masa kampanye pilkades, para calon yang menang dan terpilih telah mendapatkan suntikan dana dari sejumlah balon bupati untuk kemenangan kepala desa.  Bahkan, telah melakukan kontrak politik untuk kemenangan pilkada 2018 mendatang.

"Beberapa memang ada yang sudah MoU dengan beberapa balonbup, itu demi dukungan kelak pada momen pilkada 2018 mendatang," ujarnya. 

Sebelumnya, Bupati Majalengka Dr H Sutrisno SE MSi mengungkapkan bahwa pelantikan kades dilaksanakan secara kolektif ini bertujuan agar proses penyelenggaraan pemerintahan desa bisa segera terlaksana. Dengan begitu masyarakat pun cepat terlayani.

"Kami berharap kepada para kepala desa yang pada hari ini resmi dilantik untuk selalu berkoordinasi, baik dengan camat, Polri dan TNI, agar memutuskan persolaan selalu berpatokan pada peraturan yang telah disetujui bersama, yaitu hukum," kata Sutrisno, Selasa (8/8).

Selain itu juga, ia berharap agar para kepala desa yang baru dilantik tersebut, bisa membangun desanya lebih baik lagi dan secara maksimal memenuhi tanggung jawab mereka sebagaimana fungsi yang diberikan oleh masyarakat desa.

"Mari kita saling bahu membahu dan bergotong royong dalam meningkatkan pembangunan desa guna mensejahterakan masyarakat. Bantuan pemerintah yang begitu banyak baik berupa dana desa (DD), banprov ataupun alokasi dana desa (ADD), harus bisa menciptakan masyarakatnya sejahtera," ujarnya.

Menurutnya, kejadian yang cukup pahit di wilayah lain seperti penangkapan oknum kades, bupati dan jaksa terkait penyelewengan bantuan pemerintah. “Harus dijadikan cermin bagi para pemimpin di negeri yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Pelantikan dan mengambil sumpah jabatan terhadap kelima kades terpilih yang ada di Kecamatan Ligung hasil dari pada pilkades serentak pada 15 juli yang lalu. 

Kelima kepala desa yang dilantik tersebut yakni Gunawan Kades Ligung, Sugianto Kades Kodasari, Didi Suryadi Kades Lewenghapit, Iding Wahyudin Kades Buntu dan Kostaman Kades Beber.

Ratusan pendukung dari masing-masing kades memadati halaman Kecamatan Ligung yang menjadi tempat prosesi pelantikan, mereka merasa lega saat bupati Sutrisno menyematkan tanda pangkat jabatan kepada lima kades. Tepuk tangan dan ucapan syukur terlontar dari mulut mereka masing masing.

Camat Ligung Drs Yoyo mengaku, senang. Karena di kesibukannya, Bupati Sutrisno menyempatkan waktu untuk melantik ke lima kades secara langsung. 

Disamping itu pula dirinya sangat berterima kasih karena mulai saat ini wilayah Kecamatan Ligung mulai ditata dan dirancang menjadi pusat kota serta kawasan industri seiring akan beroperasinya BIJB Kertajati.

Yoyo berharap hadirnya kawasan industri di sini akan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat desa. Sehingga bagi para tenaga kerja kita tidak usah jauh-jauh untuk mencari pekerjaan.

"Kita patut bersyukur hadirnya BIJB dan kawasan industri, semoga nantinya Kecamatan ligung menjadi kota adminitrasi manakala BIJB sudah beroperasi," ungkapnya. (hrd/hsn)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Kades Mekarsari Tuding Pelantikan Kades Beraroma Politik"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...