Jaring Penahan Debu Batubara Tak Berefek

LEMAHWUNGKUK - Melihat kondisi cuaca yang terus panas dan angin kencang, warga di sekitar pelabuhan semakin khawatir akan ancaman debu batubara yang terbang dan setiap hari sampai ke rumahnya.
warga pesisir kota cirebon masih terkena dampak debu batubara
Jaring debu batubara di pelabuhan Cirebon. Foto: Asep/Rakyat Cirebon 
Salahsatu warga di RW 1 Pesisir Selatan Kelurahan Panjunan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, Nunung Nursita mengatakan, bahwa jaring penahan debu yang dulu dipasang oleh pihak pengusaha ternyata tidak berefek kepada sampainya debu batubara ke pemukiman warga.

Terutama warga di RW 01 Pesisir Selatan yang letaknya bersebelahan dengan lokasi pelabuhan dan hanya dibatasi oleh sungai serta jaring tinggi.

"Dulu dipasangi jaring itu untuk menahan batu bara, tapi tetap saja sampai kesini kan kalau debu itu lembut tetap saja masih bisa lewat, harusnya pakai plastik," ungkap Nunung saat diwawancarai wartawan koran ini di kediamannya, kemarin.

Untuk mengetahui kadar debu yang sampai ke pemukiman warga, lanjut dia, pihak Pelindo juga kerap memasang alat pendeteksi debu diatas balkon rumahnya. 
Namun sangat disayangkan, alat tersebut selalu dipasang saat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan diberhentikan.

"Diatas rumah saya memang suka dipasang, beberapa hari lalu itu dipasang untuk keempat kalinya, biasanya sehari semalam untuk mengetahui kadar debu, tapi yang mau gimana, wong kalo alat itu dipasang bongkar muatnya lagi berhenti," lanjut Nunung.

Sama hal nya dengan warga-warga lain, ia pun turut mengeluhkan debu batu bara yang sampai saat ini masih bisa sampai ke rumahnya, meskipun debu tidak terlalu banyak karena rumahnya berada didalam gang, sehingga tidak berhadapan langsung dengan jaring penghalang antara pemukikannya dengan pelabuhan.

"Memang masih sampai mas, tapi di rumah saya sedikit, kalau rumah yang dipinggir sungai itu kan langsung bersebelahan dengan pelabuhan, pasti lebih banyak," ujar Nunung.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Cirebon, Rivolindo SH mengaku pihaknya memiliki kewenangan untuk menutup aktivitas bongkar muat batu bara dan langkah itu akan diambil jika para pengusaha tetap membandel.

"Kewenangan menutup memang ada di kita. Tapi, sekarang kan debu sedang diatasi telah kami sampaikan pada pengusaha dan mereka sudah respons dan responnya positif, tindak lanjutnya kita monitor terus," kata Rivo. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Jaring Penahan Debu Batubara Tak Berefek "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...