Golkar Jabar Instruksikan Koalisi dengan PDIP, Poros 432 Terancam Bubar

CIREBON – Kesepakatan koalisi yang sudah dibangun Partai Golkar bersama Partai Hanura dan PPP terancam batal. Poros koalisi 432 kemungkinan besar akan bubar, meski baru berumur jagung. Kemungkinan itu mengemuka setelah DPD Partai Golkar Jawa Barat menerbitkan surat instruksi mengenai koalisi di pilkada.
jelang pilwalkot cirebon pasangan edi edo menguat
Surat intruksi DPD Golkar Jabar. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, baik di Partai Golkar maupun PDIP menyebutkan, DPD Partai Golkar telah menerbitkan surat instruksi kepada semua DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-Jabar yang akan menghadapi pilkada serentak 2018 untuk berkoalisi dengan PDIP.

Surat instruksi dengan nomor B-78/GOLKAR/VIII/2017 tertanggal 14 Agustus 2017 itu ditandatangani Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi dan Sekretaris, Ade Barkah Surahman.

Instruksi itu diterbitkan, berdasarkan hasil pertemuan/silaturahmi DPD Partai Golkar Jabar dengan DPD PDIP Jabar, pada Rabu 9 Agustus 2017, di kantor sekretariat DPD PDIP Jabar Bandung. Dalam pertemuan tersebut, PDIP dan Partai Golkar bersepakat untuk berkoalisi.

Tak hanya mengenai koalisi, sumber Rakcer di internal Partai Golkar dan PDIP juga menyebutkan, elit di kedua parpol itu sudah membicarakan dua nama yang akan diusung di Pilwalkot Cirebon 2018. 

Secara mengejutkan, lebih dari satu sumber menyebutkan, bahwa koalisi PDIP dan Partai Golkar akan mengusung Ketua DPC PDIP Kota Cirebon, Edi Suripno SIP MSi dan bakal calon walikota dari Partai Golkar, Effendi Edo SAP.

Baik Edi maupun Edo, keduanya sudah dipanggil oleh elit partai masing-masing. Edi diketahui berada di DPP PDIP pada Jumat pekan lalu sambil mengikuti fit and proper test bakal calon walikota. Sedangkan Edo juga bertemu dengan elit DPP maupun DPD Partai Golkar di Bandung pada beberapa hari lalu.

“Memang kemungkinan arahnya Edi-Edo. Ini bukan permintaan dari Kota Cirebon, tapi dari atas sepertinya akan merekomendasikan dua nama itu,” sebut salah satu kader Partai Golkar, kemarin sore seraya menunjukkan surat instruksi dari DPD Partai Golkar Jabar.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Edi mengaku belum mengetahui persis terkait adanya surat instruksi dari DPD Partai Golkar Jabar mengenai koalisi dengan PDIP. Hanya saja, menurut Edi, hal itu realistis. Mengingat konstalasi politik di pusat maupun Jabar, Partai Golkar dan PDIP berada di poros yang sama.

“Kalau ini benar, bangunan koalisinya mirip dengan Pilgub Jabar. Cuma saya belum tahu surat itu persisnya. Tapi juga saya secara informal pernah diberitahu bahwa konstalasi nasional ini akan sampai ke Jabar dan kota,” ungkap Edi.

Bila Partai Golkar sudah menginstruksikan koalisi bersama PDIP, kata Edi, sebaliknya PDIP sendiri belum menerbitkan surat serupa. Ia menyampaikan, DPD PDIP Jabar belum mengeluarkan instruksi mengenai arah koalisi. “Belum ada dari DPD PDIP Jabar juga,” kata dia.

Saat ditanya mengenai peluang direkomendasinya Edi-Edo, politisi yang juga ketua DPRD Kota Cirebon itu tidak membenarkan, tidak pula membantah. Yang pasti, kata Edi dengan nada diplomatis, semua bacawalkot PDIP masih berpeluang mendapat rekomendasi.

“Sama-sama punya peluang. Kesempatannya masih sama. Tapi memang semua kemungkinan bisa terjadi. Kita ini sebagai petugas partai, tidak pada kapasitas memilih. Apapun kebijakan partai, kita jalankan,” katanya.

Terpisah, Effendi Edo sendiri mengakui, dirinya sudah bertemu dengan elit DPP dan DPD Partai Golkar Jabar pada beberapa hari lalu. Edo mengaku, pertemuan dirinya dengan beberapa elit, semisal Agung Laksono dan Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, terjadi di Bandung dalam acara pengajian.

“Insya Allah tetap optimis. Kalau kemarin (beberapa hari lalu, red) saya diundang Pak Agung Laksono, Kang Dedi Mulyadi, dan beberapa petinggi lainnya itu biasa. Saat itu ada kegiatan pengajian di Bandung,” ungkap Edo.

Lantas, bagaimana dengan kabar yang santer tersiar mengenai duet Edi-Edo? Adik dari mantan Walikota Cirebon, Drs Ano Sutrisno MM (alm) itu juga sama seperti Edi, menjawab diplomatis. “Nanti yang menentukan pada akhirnya di DPP Partai Golkar,” katanya. 

Terbitnya instruksi dari DPD Partai Golkar untuk DPD di kabupaten/kota agar berkoalisi dengan PDIP dan santernya kabar yang beredar, bahwa Ketua DPC PDIP Kota Cirebon, Edi Suripno SIP MSi dan Effendi Edo SAP yang akan direkomendasi PDIP dan Partai Golkar, membuat internal beringin segera bersikap.
Mereka mengisyaratkan menolak Edo, lantaran bukan berstatus kader Partai Golkar. Seperti disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Lili Eliyah SH MM. Ia menyatakan, pihaknya mendukung kandidat yang berstatus kader untuk bisa diusung di Pilwalkot 2018.
“Kita mendukung kader internal untuk diusung di pilwalkot, siapapun itu yang terbaik menurut DPP Partai Golkar,” ungkap Lili.
Ia menambahkan, aspirasi itu tak hanya disuarakan pengurus DPD Partai Golkar Kota Cirebon, melainkan pengurus Pimpinan Kecamatan (PK) dan Pimpinan Kelurahan (PL) Partai Golkar se-Kota Cirebon. “Semua menginginkan kader internal yang diusung,” katanya.
Disinggung mengenai surat instruksi yang diterbitkan DPD Partai Golkar Jabar, politisi yang juga wakil ketua DPRD Kota Cirebon itu membenarkan. Lili mengaku sudah mendapati informasi mengenai instruksi agar berkoalisi dengan PDIP.

“Memang sudah ada instruksi dari Jabar agar di daerah berkoalisi dengan PDIP. Mengenai kebijakan atau instruksi ini, kita siap mengamankan dan menjalankannya,” kata dia.

Senada disampaikan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon, Agung Supirno SH. Ia menegaskan, apapun yang diputuskan oleh DPP maupun DPD Partai Golkar Jabar, pihaknya di Kota Cirebon siap menjalankan. “Kebijakan partai harus kita amankan dan jalankan. Karena kita yakin itulah yang terbaik,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Golkar Jabar Instruksikan Koalisi dengan PDIP, Poros 432 Terancam Bubar"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...