Dua Direksi CSI Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

CIREBON - Dua direksi PT Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) divonis tujuh tahun penjara serta denda Rp12 miliar atau subsider lima bulan penjara, dalam sidang vonis di Pengadilan Negeri, Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (3/8).  
direksi csi didenda belasan miliar
Dua direksi CSI langsung diamankan usai pembacaan vonis. Foto: Yoga/Rakyat Cirebon
Keduanya, Imam Santoso dan Muhammad Yahya terbukti melakukan tindak pidana penghimpunan dana masyarakat tanpa izin dan telah melanggar Undang undang Perbankan Syariah serta UU Tindak Pidana Pencucian Uang. 

Vonis ini lebih ringan dibandingkan tuntutan yang mencapai 10 tahun penjara dan denda Rp12 miliar atau subsider lima bulan penjara. Saat sidang vonis digelar, hampir seribu nasabah BMT CSI memadati PN Sumber. Setelah vonis, koperasi CSI tetap berjalan, nasabah tetap menginginkan menjadi anggota koperasi.

Lokasi sidang dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Nasabah terlihat kondusif, banyak di antara mereka yang menangis serta meneriakkan takbir usai vonis dibacakan. Mereka membentuk barikade saat kedua terdakwa keluar dari ruangan sidang.

“Salah satu pertimbangan hakim  dalam menjatuhkan vonis 7 tahun ini adalah adanya  dana masyarakat yang dihimpun dibelikan aset atas nama kedua terdakwa,” kata Ketua PN Kabupaten Cirebon, Merry Taat Anggarasih yang sekaligus ketua majelis hakim sidang CSI tersebut.

Dari kedua terdakwa telah disita barang bukti sebanyak 1.168 item yang sebagian besarnya berupa tanah, hanya satu barang bukti yang berupa kendaraan roda empat. Selain itu, juga terdapat Rp25 miliar serta 88 ribu dollar AS. 

Seluruh aset yang disita ini nantinya akan dilelangkan, kemudian hasil lelang akan dibayarkan kepada para nasabah. Belum diketahui pasti  nilai total aset tersebut jika diuangkan, namun BMT CSI selama ini telah menghimpun dana hingga Rp293 miliar dari 16 ribu nasabah.

Sementara itu, salah satu kuasa hukum PT CSI Darmaji mengatakan, kliennya diberikan waktu seminggu kedepan untuk menyatakan banding atau menerima. Namun, vonis tujuh tahun penjara ini, menurutnya, dirasakan cukup puas. 

Sebab, jika dibandingkan dengan kasus serupa  lainnya seperti rental Cipaganti, maka vonis kepada petinggi CSI ini lebih memuaskan bagi kliennya.

“Kami belum berpikir apakah akan banding atau tidak, namun yang pasti pihak BMT CSI cukup puas atas vonis karena memang masih di bawah tuntutan,” katanya.

Menurutnya, koperasi CSI akan tetap ada. Nasabah BMT CSI yang jumlahnya mencapai belasan ribu orang ini diklaimnya tidak akan keluar.

“Mereka tetap ingin bergabung dengan koperasi, karena memang tidak merasa dirugikan. Lagipula koperasinya kan tidak salah, yang dinyatakan bersalah itu orangnya, jadi koperasi ya tetap berjalan,” ujarnya.

Darmaji menambahkan, untuk teknis terkait penggantian dana nasabah, nanti nasabah akan diberikan informasi untuk dana tersebut. “Nanti mengenai  teknis penggantian dana nasabah urusannya dengan pihak kejaksaan,” katanya.

Sementara itu, Muharso (45), salah satu nasabah BMT CSI mengungkapkan, nasabah merasa puas atas hasil sidang vonis tersebut. “Kami tegaskan, jika koperasi CSI tetap lanjut maka kami akan tetap menjadi nasabah, kami tidak akan keluar karena kami merasa tidak dirugikan,” katanya.

Menurutnya, beberapa waktu lalu telah ada verifikasi dan validasi yang dilakukan terhadap seluruh nasabah. Verifikasi dan validasi ini nantinya akan digunakan pada saat penggantian dana nasabah.(yog)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Dua Direksi CSI Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...