Dishub Minta Transportasi Online Distop

KESAMBI - Setelah melakukan aksi mogok beroperasi dan melakukan pertemuan di kantor Organda Cirebon, kemarin, para pengemudi transportasi konvensional pun datang memenuhi undangan dari Dinas Perhubungan untuk membahas permasalahan yang dikeluhkan para sopir angkot tersebut.
dishub kota cirebon rapat soal transportasi online
Dishub Kota Cirebon rapat soal transportasi online. Foto: Asep/Rakyat Cirebon
Perwakilan dari sepuluh jalur angkutan dalam kota, lima koordinator jalur angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang dipimpin langsung Sekretaris Organda mendatangi kantor Dinas Perhubungan untuk membicarakan keluhan para sopir mengenai mewabahnya transportasi online yang tidak bisa dikendalikan.

Saat diwawancarai usai melakukan pertemuan dengan pihak organda, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Ujianto mengatakan bahwa pihaknya meminta para sopir untuk menahan diri dan untuk sementara ini pihaknya akan kembali melayangkan surat kepada enam perusahaan Transportasi Online di Kota Cirebon untuk berhenti beroperasi sebelum perizinan mereka terpenuhi.

"Operasional taksi online ini akan kita tindak lanjuti dengan surat teguran kedua agar tidak beroperasi sebelum memiliki izin resmi dari pemerintah, dulu kita sudah layangkan tapi terkesan tidak diindahkan," ungkap Ujianto kepada sejumlah wartawan, kemarin.

Untuk diketahui, melalui surat yang dilayangkan 24 Maret lalu, Dinas Perhubungan sudah meminta kepada semua perusahaan transportasi online untuk menghentikan operasinya sebelum memenuhi perizinan, namun yang terjadi terkesan tidak diindahkan dan hingga saat ini memicu kemarahan para pengemudi angkutan konvensional.

"Sudah ada dua surat yang kami kirim ke operator transportasi online. Saya harap mereka mematuhi apa yang sudah kita layangkan, jika tidak diindahkan, kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian," ujar Ujianto.

Sementara itu, Sekretaris DPC Organda Cirebon, Karsono terus mencoba menahan gejolak yang timbul dibawah, dimana para sopir sudah mengeluarkan ultimatum akan menggruduk kantor-kantor transportasi online.

"Para pengemudi saya katakan sejak lama sudah resah, mereka menghendaki semua yang terlibat dalam transportasi online untuk menghentikan operasinya mulai saat ini, agar Kota Cirebon tetap kondusif, tapi alhamdulillah mereka masih bisa saya tahan," ungkap Karsono.

Sebagai upaya lain, pihak Organda juga dikatakannya akan mengeluarkan surat imbauan yang akan langsung disebarkan kepada semua pengemudi transportasi online, baik roda empat maupun ojeg online yang ditemui oleh para sopir konvensional di jalan.

"Sambil menunggu keputusan dari kepala daerah, hari ini, Organda juga akan melayangkan surat, kita akan bagikan kepada semua driver konvensional, dimana ada taksi online mereka langsung akan memberikan surat itu. Kalau ada pihak transportasi online yang tidak puas, datang ke kantor Organda," tegas Karsono. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Dishub Minta Transportasi Online Distop "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...