Demo Tolak Perppu Ormas, Oknum PNS Ikut Tendang Mahasiswa

KUNINGAN - Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), berunjukrasa di depan gedung DPRD Kuningan, kemarin (7/8). 
demo tolak perppu ormas di kuningan ricuh
Demo tolak perppu ormas di Kuningan ricuh. Foto: Ist./Rakyat Cirebon
Mereka menolak terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang (Perppu) No 2/2017 tentang Perubahan Atas UU No 17/2013 Tentang Ormas.

Pantauan di lapangan, demo yang awalnya berjalan damai, ketika sedang membakar ban dan keranda mayat tiba-tiba ricuh ketika petugas kepolisian dari Polres Kuningan yang berusahan memadamkan api tepat di depan pintu masuk gedung dewan.

Pemadaman api oleh seorang polisi, menyulut kemarahan mahasiswa yang kemudian mendorong yang sedang memegang tabung pemadam kebakaran. Baku hantam petugas dan mahasiswa pun tidak terhindarkan. 

Seorang mahasiswa diamankan petugas, termasuk mendapatkan pukulan dan tendangan. Tidak lama kemudian seorang mahasiswa yang diketahui dari HMI itu dilepaskan oleh petugas.

Aksi pun terus berlanjut, hingga akhirnya Ketua DPRD Kuningan Rana Suparman bersama jajarannya menemui para mahasiswa. 

Di hadapan mahasiswa, Rana Suparman mengakui bahwa pemerintah sekarang lahir dari partainya dan yang melahirkan Perppu Ormas. Lalu Perppu tersebut bertentangan dengan pemikiran kawan-kawan, ini adalah sebuah dinamika.

“Kami disini berbeda, ada teman-teman dari parpol lain ada dari Golkar, PAN, PKS dan Demokrat, aspirasi dari teman-teman mahasiswa dari HMI dan IMM yang mengkritisi tentang perppu itu, akan kami sampaikan aspirasi dari teman-teman mahasiswa,” katanya.

Usai aksi, Ketua HMI Cabang Kuningan Arip Samsul Arifin mengaku kecewa dengan tindakan represhif yang dilakukan oleh pihak kepolisian, padahal pihaknya datang untuk menyampaikan aspirasi. 

“Kericuhan yang terjadi, itu di luar rencana kami, karena tujuan kami kesini adalah aksi damai, sedangkan bakar ban adalah bukti kekesalan dan bukti semangat kami dalam menyuarakan kebenaran,” katanya.

Terkait diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 2/2017 oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, kata Arif, HMI dan IMM Kuningan menolak pemberlakukan Perppu tersebut.

Menurutnya, secara substansial, Perppu tersebut telah memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah untuk membubarkan ormas tanpa melalui mekanisme peradilan. Karena itu, HMI menolak Perppu tersebut.

"Menolak Perppu No 2/ 2017 karena substansi pokok dari Perppu tersebut menciderai hak individu dan hak berserikat," ujarnya.

Selain itu, kata dia, HMI dan IMM mendesak melalui DPRD untuk menolak Perppu No 2/2017 karena dipandang UU No 17/2013 masih relevan untuk dijadikan landasan konstitusional guna mengatur organisasi kemasyarakatan. 

"Kami juga mengimbau pemerintah untuk mengambil mekanisme persuasif, humanis dan menggunakan jalur peradilan untuk membubarkan ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan mengancam NKRI," jelasnya.

Usai demo berlangsung, beredar foto di dunia maya yang memperlihatkan salah satu oknum PNS yang ikut menendang seorang mahasiswa. Hal ini mengundang reaksi keras dari beberapa alumni dan aktivis mahasiswa di Kabupaten Kuningan.

Salah satunya pendiri Forum Diskusi Waroeng Rakyat, Rio Kencono. Dirinya menilai aksi dari oknum PNS tersebut sangat disayangkan, apalagi tindakannya di luar batas kewajaran. Sebab, keamanan dewan atau satpam saja sudah bisa  dapat meredam tanpa ada benturan fisik.

“Kapasitas dia memukul mahasiswa sebagai apa, apakah merasa tuan rumah. Disana juga ada pihak kepolisan, dan pihak keamanan dewan. Tapi mereka masih dapat meredam tanpa ikut memukul,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (7/8).

Sementara itu, mantan aktivis dari GMNI, Nabil Kobe Nahdi mengutuk dan prihatin  atas pemukulan yang dilakukan oleh seorang oknum PNS. Sebab, mahasiswa hanya menyampaikan aspirasi di gedung rakyat.

“Mereka hanya menyampaikan aspirasi kenapa dihalangi dan dipersulit, bahkan sampai main fisik. Dan saya berpesan agar lawan dan jangan mundur sejengkal pun,” pungkasnya. (ale/gio)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Demo Tolak Perppu Ormas, Oknum PNS Ikut Tendang Mahasiswa "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...