Bacawalkot PDIP Ujian Lagi di DPP

CIREBON – DPP PDI Perjuangan akan menggelar uji kelaiakan atau fit and proper test terhadap kandidat bakal calon kepala daerah, termasuk Kota Cirebon. Delapan bakal calon walikota (bacawalkot) hasil penjaringan DPC PDIP Kota Cirebon dijadwalkan mengikuti agenda fit and proper test tersebut.
dpp dpip siapkan bawalkot cirebon
Heru Purwanto (kanan). dok. Rakyat Cirebon
“Insya Allah saya akan berangkat ke Jakarta untuk ikut fit and proper test di DPP PDI Perjuangan besok (hari ini, red),” ungkap salah satu bacawalkot PDIP, drg H Heru Purwanto MARS, Kamis (10/8) kemarin.
Heru mengaku, selain telah melakukan sosialisasi ke masyarakat secara masif dengan berbagai strategi, dirinya juga akan mengikuti rangkaian proses penjaringan hingga akhirnya DPP PDIP menerbitkan rekomendasi untuk figur yang akan diusung di Pilwalkot 2018 mendatang.
“Ini bagian dari ikhtiar politik. Saya berangkat dari permintaan sejumlah elemen masyarakat agar saya mengikuti proses ini untuk berharap bisa maju di pilwalkot,” katanya.
Senada disampaikan bacawalkot lainnya PDIP, Djodjo Sutardjo SE MM. PNS aktif yang berstatus sebagai kepala SMP Negeri 2 Kota Cirebon itu mengaku sudah menyiapkan konsep untuk dipaparkan di DPP PDIP. Konsep pemenangan yang disusun Djodjo tak hanya untuk pilwalkot, melainkan juga Pileg 2019 di Kota Cirebon.

“Di acara fit and proper test yang diikuti para kandidat bakal calon walikota dan wakil walikota dari PDIP besok (hari ini, red), saya yang banyak disebut sebagai kuda hitam akan menyampaikan gagasan dan konsep pemenangan PDIP untuk meraih jabatan ‎terhormat, baik di eksekutif maupun legislatif,” ungkapnya.

Kehadirannya di DPP PDIP, kata Djodjo, bukan hanya untuk mendapatkan rekomendasi, tapi yang paling utama adalah suatu kebahagiaan baginya, DPP PDIP akan bisa mendengarkan konsep dan gagasan yang akan disampaikan dia. “Agar PDIP di Kota Cirebon dapat kembali berjaya dan bergerak dengan semangat gotong royong,” katanya.

Menurut Djodjo, dengan kekuatan PDIP di Kota Cirebon yang berstatus sebagai partai pemenang Pemilu 2014, lebih baik mengusung calon walikota dan wakil walikota sepaket. PDIP, menurut Djodjo, tak perlu menghabiskan energi untuk mencari format koalisi dengan partai lain.

“Dengan jumlah kursi legislatif yang cukup dan bisa mengusung satu paket calon walikota dan wakil walikota, tidak perlu buang-buang energi untuk mencari format koalisi. Lebih baik energi itu diarahkan untuk konsolidasi organisasi dan memperbanyak silaturahmi dengan masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, Djodjo juga berharap, kegagalan PDIP di Pilwalkot 2013 lalu tidak terulang di pilwalkot tahun depan. Makanya, DPP PDIP diharapkan merekomendasi sepasang figur yang benar-benar dicintai rakyat.

“Pengalaman tahun 2013 adalah pengalaman pahit yang tidak boleh terulang di tahun 2018. Mesin partai akan bergerak dinamis dan efektif, bila DPP PDIP menurunkan formasi pasangan yang dicintai rakyat,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Bacawalkot PDIP Ujian Lagi di DPP"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...