Angkot, Becak dan Ojek Bersatu Lawan Online

KEJAKSAN - Amarah para sopir angkutan konvensional akhirnya tak dapat dibendung lagi. Pada Selasa (15/08) kemarin, semua armada angkutan kota dari sepuluh jalur, lima angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) serta taksi konvensional di Kota Cirebon mogok masal.
sopir angkutan kota cirebon demo transportasi online
Sopir angkot demo depan balaikota. Foto: Asep/Rakyat Cirebon
Mereka semua datang dan mengepung gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon di Jalan Siliwangi.

Dari pantauan wartawan koran ini di lapangan, sejak pagi hari, jalanan di Kota Cirebon sepi dari Angkot, semua berkumpul di pangkalan masing-masing sebelum kemudian berbondong-bondong berangkan di titik kumpul Kantor Organda di Jalan Yos Sudarso.

Setelah sempat bersitegang di Kantor Organda karena ketua Organda tak kunjung datang, mereka pun merangsek geser memblokade Jalan Siliwangi dan mengepung gedung dewan.

Diketahui sebelumnya, bahwa perwakilan sopir angkot dari semua jalur dengan dikomandoi oleh pihak Organda telah diundang oleh DPRD untuk audiensi pada pukul 13.00 akan tetapi kesabaran mereka sudah tak lagi dapat dibendung. Alhasil, kemarin sepanjang jalan siliwangi jadi lautan angkot.

Tak hanya para sopir angkot, para pengemudi ojek konvensional, bahkan para pebecak pun ikut serta mengepung gedung dewan untuk mendukung dilarangnya transportasi Online beroperasi di Kota Cirebon.

Koordinator jalur Angkutan Kota D6, Agus Tarmudi menyampaikan bahwa gerakan mogok ini diluar perkiraan, setelah para koordinator jalur bersepakat untuk menahan diri, akhirnya kemarin gejolak para sopir sudah tak dapat ditahan-tahan lagi.

"Ini terjadi secara spontan mas, kita denganpara koordinator jalur sudah berusaha menahan, tapi para sopir di bawah ini sudah tidak bisa kami tahan lagi," ungkap Agus kepada rakcer.

Menurut dia, mogok masal kemarin adalah puncak dari kekesalan para sopir akan aktivitas transportasi online yang ada di Kota Cirebon. Pasalnya, setelah dilayangkan surat teguran sampai kali ketiga oleh Dinas Perhubungan, mereka tetap beroperasi dengan bebas.

"Saya sudah hampir tiga bulan menahan mereka mas, kita juga tidak ingin hal seperti ini terjadi, maka dari itu intinya kami minta segera ada keputusan agar Transportasi Online dilarang beroperasi di Kota Cirebon, itu harga mati bagi kami," tegas Agus.

Setelah diterima dan ditemui langsung oleh pimpinan DPRD juga Walikota Cirebon, para sopir angkot membubarkan diri dan melakukan sweeping di semua jalan protokol Kota Cirebon.

Alhasil sempat terjadi keributan di Jalan Cipto Mangunkusumo saat para sopir angkot menemukan sebuah mobil yang diduga Taksi Online.

Sekretaris Organda Cirebon, Karsono SH MH menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon karena tidak bisa terlayani dari sisi transportasi.

"Kami sudah berusaha menahan mereka (Para sopir angkot,red) tapi keadaannya sudah begini, maka dari itu saya haturkan maaf kepada seluruh masyarakat karena tidak terlayani untuk hari ini, kita akan upayakan hal seperti ini tidak terjadi lagi," ungkap Karsono usai membubarkan para sopir angkot di depan Gedung Dewan.

Menanggapi mogoknya semua armada angkutan kota kemarin, Marni, salahsatu warga yang setiap harinya menggunakan moda transportasi angkot menyayangkan sikap para sopir yang melakukan aksi mogok, karena tidak ada satupun angkot yang beroperasi, ia pun sempat kebingungan untuk berangkat ke tempatnya bekerja yang berada di jalan perjuangan.

"Ya harusnya tidak usah mogok seperti ini mas, kita juga penumpang kan repot, saya tadi bingung mau berangkat gimana, mudah-mudahan segera beres lah masalahnya, tolong perhatikan penumpang juga kan," keluh Marni. (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Angkot, Becak dan Ojek Bersatu Lawan Online"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...