Andru: Lebih Baik Introspeksi, daripada Cuci Tangan Soal PPDB

KEJAKSAN – Dorongan kepada Komisi III DPRD Kota Cirebon untuk segera memanggil Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH untuk meminta penjelasan mengenai polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP, terus mengemuka.
fraksi demokrat dorong walikota cirebon jelaskan ppdb
M Handarujati Kalamullah (kanan) saat rapat pariourna DPRD. dok. Rakyat Cirebon
Fraksi Partai Demokrat (FPD), yang notabene partai walikota, juga turut mendorong langkah itu. Menurut Ketua FPD, M Handarujati Kalamullah SSos, dalam menyikapi kontroversi jebolnya PPDB online menjadi offline yang berakibat ratusan siswa titipan masuk ke beberapa SMP Negeri, Komisi III dirasa perlu memanggil walikota.

“Kita sepakat untuk mengacungkan jempol kepada Komisi III yang telah memanggil Dinas Pendidikan dan kepala SMP Negeri, dalam rangka membahas persoalan PPDB,” ungkapnya.

Namun disayangkan, kata pria yang akrab disapa Andru itu, Komisi III mestinya bisa langsung memanggil walikota secara bersamaan. Pasalnya, selama ini publik menilai, walikota paling bertanggungjawab atas jebolnya PPDB.

“Kalau ingin tahu akar persoalan PPDB itu ada di mana, Komisi III mestinya panggil juga walikota. Agar beliau menjelaskan secara gamblang. Lagipula, Komisi III juga sebenarnya sudah tahu, siapa yang memaksakan kehendak,” tuturnya.

Lebih spesifik kepada ketua DPRD, Andru meminta agar menerbitkan surat undangan kepada walikota untuk membahas polemik PPDB bersama Komisi III. Ia menilai, untuk memperbaiki pelaksanaan PPDB kedepan, perlu evaluasi secara menyeluruh.

“Agar diketahui juga, ketika walikota dan kepala disdik yang katanya bertahan dengan aturan sampai hari terakhir PPDB, tapi kemudian jebol juga, apa penyebabnya? Itu perlu dicari tahu dan dibuktikan,” ujarnya.

Selain itu, Andru mengingatkan beberapa anggota DPRD yang berupaya cuci tangan dari persoalan PPDB. Menurut dia, lebih baik semuanya saling introspeksi, termasuk elemen masyarakat yang ikut memaksakan. “Lebih baik introspeksi, daripada cuci tangan dalam persoalan PPDB ini,” katanya.

Sebelumnya, sikap cuci tangan yang dilakukan Komisi III DPRD Kota Cirebon terhadap polemik jebolnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP, membuat Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH angkat bicara. Ia bersedia bila Komisi III DPRD memanggil dirinya.

Menurutnya, kalau Komisi III DPRD ingin mendapatkan penjelasan secara komprehensif mengenai jebolnya PPDB tingkat SMP, mestinya memanggil orang nomor satu di Kota Cirebon itu. Menurutnya, Dinas Pendidikan dan kepala SMP hanya menjalankan kebijakan.

“Dengan senang hati saya berharap DPRD atau khususnya Komisi III mengundang saya ke sana untuk menjelaskan mengenai PPDB SMP. Silakan panggil saya, maka saya akan datang dan menjelaskan sejelas-jelasnya,” kata politisi Partai Demokrat itu. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Andru: Lebih Baik Introspeksi, daripada Cuci Tangan Soal PPDB"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...